Kisah Pengantin Baru Berbulan Madu di ‘Rumah Liar’
Rumah itu sangat alamiah. Berhadapan dengan turunan jalan, atapnya bersebelahan dengan jalanan setapak di atas. Mungkin tingginya tak lebih dari 6 meter.
Membangun Miniatur Peradaban Islam


Rumah itu sangat alamiah. Berhadapan dengan turunan jalan, atapnya bersebelahan dengan jalanan setapak di atas. Mungkin tingginya tak lebih dari 6 meter.
Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Kata peribahasa, “asal ada kemauan, pasti ada jalan”.
“Saya mendapatkan banyak sekali ilmu dan wawasan, terutama dari para perjuangan orang-orang dulu. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana dengan lancar.”
“Kampus Induk (Hidayatullah) sebagai kampung sekaligus pusat kaderisasi dai yang sebisa mungkin membangun nilai-nilai Madinatun Nabi”
“Rumah-rumah quran di Balikpapan yang berjumlah 34 sebagian besar digerakkan oleh kader Pemuda Hidayatullah”
Setiap siswa diberi kesempatan untuk menjadi guru cilik, melakukan proyek steam, dan menulis rangkuman dari kegiatan.
“Hidayatullah Berau ini (juga punya keistimewaan lain), kampus tertua setelah Gunung Tembak.”
Acara Walimatul Urs pernikahan ini digelar pada dua tempat berbeda masih di kampus pesantren yang sama. Untuk putra, acara berlangsung di Masjid Ar-Riyadh, sedangkan untuk putri berlangsung di Masjid Nurul Mukhlisin (masjid khusus putri).
“Bagaimana?” Tanya sang ustadz memastikan perasaan calon pengantin putra di depannya setelah melihat foto. Yang ditanya tersenyum merekah. Lalu pamit keluar ruangan dengan tampak bahagia.
“Wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya kepada pendidikan hendaknya diarahkan menjadi mitra dakwah Hidayatullah”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments