Jaga Kualitas Pengabdian, Alumnus STIS Hidayatullah Balikpapan 2026 Dibekali Prinsip-prinsip Ini

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Para alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan tahun 2026 ini telah memulai pengabdiannya di berbagai tempat tugas.

Para alumnus diberikan berbagai bekal pada acara Penugasan Dai dan Daiyah Sarjana 2026. Kegiatan bertema “Mengukuhkan Semangat Pengabdian Sarjana Kader untuk Dakwah” itu digelar STIS Hidayatullah Balikpapan di Aula STIS, Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Ahad (2/8/2026).

Ketua Pendidikan Tinggi (DIKTI) Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah YPPH Balikpapan, Ustadz Muh. Zaim Azhar, Lc., M.H. mengatakan, keberhasilan menjalankan amanah bergantung pada bagaimana seseorang menghadirkan niat sejak awal menerima tugas.

Lima Tahapan

Ia menjelaskan lima tahapan yang harus dimiliki seorang kader sebagai bekal di tempat tugas.

Pertama, adanya kesepakatan yang jelas mengenai tugas yang akan dijalankan.

Kedua, mujahadah dengan mengerahkan tenaga, pikiran, dan hati secara maksimal.

Ketiga, muraqabah melalui pengawasan agar pelaksanaan amanah tetap berada pada jalurnya.

Keempat, muhasabah dengan melakukan evaluasi terhadap setiap proses dan hasil pekerjaan.

Kelima, mu’aqabah sebagai bentuk konsekuensi bagi diri sendiri ketika lalai sekaligus memberikan penghargaan ketika berhasil menjalankan amanah dengan baik.

Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut akan menjaga kualitas pengabdian agar senantiasa terarah dan terus mengalami perbaikan.

Ucapan Terima Kasih

Ketua YPPH Balikpapan, Ustadz Dr. Arfan AU, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada seluruh dosen, pembimbing, dan pengelola atas pengorbanan mereka selama mendampingi para mahasiswa dan mahasiswi.

Dengan penuh kehangatan, Dr Arfan menggambarkan bahwa mengasuh puluhan mahasiswi selama empat tahun tentu bukan perkara mudah.

“Seorang ayah menjaga dua anak selama dua jam saja bisa merasa lelah, apalagi para dosen yang membersamai para mahasiswi selama bertahun-tahun,” ujarnya dalam sambutannya.

Dr Arfan mendoakan agar seluruh pendidik senantiasa dimudahkan rezekinya oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Cara Pandang Intelektual

Kepada para alumni, Dr Arfan mengingatkan, mereka kini telah menjadi kaum intelektual yang telah menempuh pendidikan selama kurang lebih enam belas tahun.

Oleh karena itu, setiap persoalan harus dihadapi dengan cara pandang seorang intelektual yang menguasai ilmu hukum, berpikir objektif, serta selalu menyandarkan setiap hal kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Ia juga menegaskan, para alumni merupakan kader yang dipersiapkan untuk mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan Hidayatullah. Sehingga, cara berpikir, sikap, dan perilaku harus senantiasa mencerminkan nilai-nilai Islam.

Adab dalam Bertugas

Sementara itu, Kabid Organisasi Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur, Ustadz Muslim Mansur Salbu, S.E., mengajak para alumni memandang perpindahan tempat tugas sebagai tantangan yang akan membentuk kualitas diri.

Ia mengingatkan, di tempat penugasan nanti para alumnus akan bertemu dengan berbagai karakter dan kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, mentalitas yang kuat harus menjadi identitas seorang kader.

“Melaksanakan tugas dengan segala konsekuensinya adalah bentuk adab. Apapun tugas yang diberikan, laksanakan dengan ikhlas. Lakukan sebaik-baiknya, maka Allah yang akan menentukan masa depan kita,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar para alumnus terus menjaga spirit perjuangan, menjadikan setiap amanah sebagai tantangan untuk meningkatkan kualitas diri, serta tetap berlaku adil dalam setiap posisi yang kelak diemban.

Sebab pada akhirnya setiap manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amanah di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala.* (Antria/Media STIS/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *