“Rasanya Ingin Kumasukkan Lagi Kamu ke Dalam Perutku”
Tulisan ini juga menjadi pengingat untuk diri saya sendiri. Di tengah begitu banyak perhatian yang Ummi berikan, saya menyadari masih banyak kekurangan dalam membersamai beliau.
Membangun Miniatur Peradaban Islam


Tulisan ini juga menjadi pengingat untuk diri saya sendiri. Di tengah begitu banyak perhatian yang Ummi berikan, saya menyadari masih banyak kekurangan dalam membersamai beliau.
“Hidayatullah hadir untuk melayani umat. Jika ada santri yang datang ingin belajar tetapi tidak mampu secara ekonomi, jangan ditolak. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mendustakan agama”
“Orang yang mengetahui ilmunya tetapi tidak mengamalkannya, berarti belum beradab terhadap ilmu yang dimilikinya”
“Melalui digitalisasi ini, kita ingin mengetahui secara detail siapa saja masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Kaum ibu hendaknya menyadari bahwa stimulasi pendidikan bukan dimulai ketika anak memasuki usia sekolah, apa yang didengar dari ibunya menjadi input pertama bagi perkembangan otak anak”
Tulisan ini juga menjadi pengingat untuk diri saya sendiri. Di tengah begitu banyak perhatian yang Ummi berikan, saya menyadari masih banyak kekurangan dalam membersamai beliau.
“Hidayatullah hadir untuk melayani umat. Jika ada santri yang datang ingin belajar tetapi tidak mampu secara ekonomi, jangan ditolak. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mendustakan agama”
“Orang yang mengetahui ilmunya tetapi tidak mengamalkannya, berarti belum beradab terhadap ilmu yang dimilikinya”
“Melalui digitalisasi ini, kita ingin mengetahui secara detail siapa saja masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Kaum ibu hendaknya menyadari bahwa stimulasi pendidikan bukan dimulai ketika anak memasuki usia sekolah, apa yang didengar dari ibunya menjadi input pertama bagi perkembangan otak anak”
Dan nikmat terbesar dari semua itu bukanlah sekadar mampu menyetor banyak juz. Melainkan perasaan ketika ayat-ayat itu terasa hidup di kepala dan hati kita.
KBIHU Hidayatullah dikenal konsisten memberikan pembinaan intensif mulai manasik hingga pasca haji, agar jamaah benar-benar membawa perubahan positif usai berhaji.
“Sebagai masukan, yayasan bisa memetakan pekerjaan. Hari Ahad waktu kerja bakti, mereka (tukang) lalu dibagi untuk menangani proyek-proyek yang memang membutuhkan tangan-tangan terampil para tukang ini”
Dokter sudah memeriksanya. Tenggorokannya dicek berulang kali. Bahkan alat dimasukkan untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Tidak ditemukan apa-apa.
“Selama ini potong natura (gaji) sebanyak Rp 250 ribu setiap bulan”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments