Tarhib Ramadhan Raadhiyatan Mardhiyyah – Mushida, Ustadz Kholis Mukhlis: Perbaiki Hubungan dengan Allah & Manusia

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– ‎Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, keluarga besar Raadhiyatan Mardhiyyah bersama Muslimat Hidayatullah dan Jama’ah Hidayatullah se-Kota Balikpapan menggelar Tarhib Ramadhan, Ahad, 27 Sya’ban 1447 H (15/2/2026).

‎Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Kholis Mukhlis, Lc. yang menyampaikan tema “Bersama Al-Qur’an di Bulan Ramadhan: Membina Diri, Membangun Umat”.

Dalam tausiyahnya, dai yang juga Imam Besar Masjid Istiqamah Balikpapan itu mengajak jamaah untuk mengevaluasi hubungan mereka dengan Al-Qur’an , serta menyadari bahwa harta paling berharga dalam hidup adalah waktu, yang sering kali justru terabaikan.

Tobat Nasuha

‎Dalam pemaparannya, Ustadz Mukhlis menegaskan bahwa kunci utama menyambut Ramadhan adalah taubat nasuha. Mengutip firman Allah,
‎”Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Ustadz Kholis Mukhlis menjelaskan, orang yang paling berbahagia adalah yang mendapati Ramadhan dalam keadaan telah bertaubat.

Ramadhan adalah bulan rahmat dan ampunan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu rahmat dilapangkan. Namun, ampunan itu terhalang oleh kesyirikan dan permusuhan antar sesama.

Karena itu, selain memperbanyak istighfar, setiap Muslim juga dituntut untuk menyelesaikan hak-hak sesama, meminta maaf, dan membersihkan hati dari dendam.

Ustadz Kholis Mukhlis juga mengingatkan kesungguhan dalam beribadah tidak cukup hanya dengan memperindah amal lahiriah, sementara hati dibiarkan kotor. Ada orang yang rajin shalat malam dan puasa, namun celaka karena menyakiti tetangganya.

Maka, memperbaiki hubungan dengan Allah harus berjalan seiring dengan memperbaiki hubungan dengan manusia. Seorang mukmin yang sabar menghadapi gangguan saudaranya lebih utama daripada yang menjauh karena tak tahan berinteraksi.

Maka, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk membersihkan jiwa sebelum membersihkan rumah dan pakaian.

Muliakan Al-Qur’an


Pada akhir tausiyah, jamaah diajak untuk kembali memuliakan Al-Qur’an dengan tilawah yang berkelanjutan, memahami maknanya, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Mengutip perkataan sahabat seperti Utsman bin Affan, bahwa hati yang bersih tidak akan pernah merasa jenuh dengan Al-Qur’an, Ustadz Kholis Mukhlis menegaskan pentingnya menghadirkan Al-Qur’an sebagai cahaya hati.

Dengan tobat, tilawah, dan perbaikan akhlak, diharapkan Ramadhan benar-benar menjadi titik perubahan, sehingga kelak termasuk golongan yang berkata, sebagaimana dalam Al-Qur’an :

‎”Dan mereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri
‎Yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.” ‎(QS.Fatir ayat 34–35) .* (Itha/Mushida/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *