Imam Palestina, Syaikh Naim Abdallah Suliman, kembali Kunjungi Ponpes Hidayatullah Balikpapan, Sinergi BMH – Mushida

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Imam Palestina, Syaikh Naim Abdallah Suliman Abu Shandi, pemegang sanad Qira’ah ‘Asyrah, kembali berkunjung ke Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.
Sabtu, 3 Ramadhan 1447 H (21/2/2026) M itu, Syaikh Naim mengimami shalat subuh berjamaah di Masjid Ar-Riyadh. Lalu memberikan ceramah di depan jamaah termasuk warga dan santri.
Usai itu, Syaikh Naim mengisi Kajian Ramadhan Muslimat Hidayatullah di masjid khusus putri Ponpes Hidayatullah, Masjid Nurul Mukhlisin. Kajian ini dihadiri seluruh ummahat Mushida Balikpapan serta santri putri MTs, Aliyah, dan mahasiswi STIS. Digelar atas kerja sama Mushida dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Tahun 2012 lalu, Syaikh Naim juga pernah berkunjungan ke Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak. “Suatu kehormatan bisa hadir kembali di ma’had ini,” ujar Syaikh Naim.
“Terima kasih sekali lagi kepada Baitul Maal Hidayatullah yang telah menghantarkan pada kesempatan kali ini,” ujarnya juga sebagaimana disampaikan penerjemahnya di Masjid Ar-Riyadh.
Amalan Utama Ramadhan
Dalam tausiyahnya di Masjid Nurul Mukhlisin, Syaikh Naim menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ sangat menanti Ramadhan dan para ulama merangkum amalan utamanya dalam beberapa poin penting.
Pertama, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185). Nabi ﷺ setiap Ramadhan bermuraja’ah bersama Malaikat Jibril, bahkan dua kali pada tahun wafatnya.
Kedua, memperbanyak iktikaf di sepuluh malam terakhir untuk meraih Lailatul Qadr; beliau senantiasa beri’tikaf hingga wafatnya.
Disebutkan dalam hadits, celakalah orang yang mendapati Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan (HR. Imam Ahmad).
Ketiga, memperbanyak sedekah. Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Allah ﷻ mengingatkan dalam QS. Al-Munafiqun: 10 tentang penyesalan orang yang menunda sedekah sebelum datangnya kematian.
Syaikh Naim juga menegaskan pentingnya memperbanyak doa, karena Nabi ﷺ bersabda, “Doa itu adalah ibadah.” (HR. Ahmad). Perintah doa bahkan hadir di tengah ayat puasa (QS. Al-Baqarah: 186).
Mengingatkan tentang Gaza
Hal yang tidak kalah penting, Syaikh Naim mengingatkan: “Sepantasnya bagi kita untuk tidak melakukan kemaksiatan di bulan Ramadhan. Besarnya dosa maksiat tergantung di mana dan kapan ia dilakukan. Jika di tempat dan waktu yang mulia, maka dosanya semakin besar.”
Pada akhir kajian, Syaikh Naim mengajak kaum Muslimin memperhatikan kondisi saudara-saudara di Baitul Maqdis dan Gaza. Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya” (HR. Muslim).
Dalam ujian berat, warga Gaza tetap menjaga Al-Qur’an dan ibadah.
Syaikh Naim juga menyampaikan terima kasih kepada kaum Muslimin serta lembaga kemanusiaan yang konsisten membantu Palestina, di antaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Semoga Allah menerima amal Ramadhan kita dan menguatkan saudara-saudara kita di tanah yang diberkahi, demikian diharapkan.* (Itha/SKR/@Uqreat)
Recent Comments