Sebelum Belajar, Santri Mirama Putra Awali Pagi dengan Shalat Dhuha

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Pagi di MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putra (Mirama) tidak hanya dimulai dengan buku dan pelajaran.

Sebelum memasuki aktivitas belajar, para santri membiasakan diri melaksanakan shalat dhuha bersama.

Suasana pagi pun terasa berbeda. Barisan santri yang rapi, lantunan doa, dan kekhusyukan dalam ibadah menjadi bagian dari keseharian yang terus dibangun di lingkungan madrasah.

Bagi Mirama, shalat dhuha bukan sekadar aktivitas tambahan. Ia menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk kebiasaan baik dan karakter santri sejak dini.

Pendidikan Karakter

Ustadz Abdul Rauf, Waka Kurikulum MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putra menjelaskan, pembiasaan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di madrasah.

“Ini bagian dari pembiasaan. Karena pendidikan di Mirama bukan cuma soal anak pintar secara akademik, tapi kita juga ingin membentuk generasi Qur’ani yang dekat dengan Allah dan punya adab.

Jadi sejak pagi, anak-anak kita biasakan shalat dhuha, supaya mereka terbiasa memulai belajar dan aktivitas dengan ibadah,” ujarnya di Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pembiasaan tersebut bukanlah program yang baru muncul, tetapi telah menjadi bagian dari budaya pendidikan yang dibangun di Mirama sejak awal.

“Shalat dhuha ini memang sudah menjadi bagian dari budaya pendidikan kita sejak awal.

Ini sejalan dengan visi dan misi madrasah untuk membiasakan anak-anak dengan ibadah, baik yang wajib maupun sunnah, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang Qur’ani, cerdas, dan beradab.”

Dekatkan Murid dengan Al-Qur’an


Lebih dari itu, Mirama berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang membiasakan santri menjalani keseharian dengan nilai-nilai Islam.

“Dhuha ini hanya salah satunya. Anak-anak juga kita dekatkan dengan Al-Qur’an lewat tahfiz dan pembelajaran Al-Qur’an, kemudian menghafal doa dan hadits, menjaga adab, membiasakan literasi, kebersihan, kepedulian, dan tentunya keteladanan.

Jadi yang kita bangun bukan cuma rutinitas, tapi budaya kehidupan Islami yang mudah-mudahan melekat dalam diri mereka,” jelasnya.

Di Mirama, setiap pagi menjadi kesempatan untuk menanamkan satu pesan sederhana: sebelum mengejar ilmu, dekatkan diri kepada Allah.* (Abana/Media Mirama Putra/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *