Takziyah Hj Husniah, Ust. Hamim Thohari: Gugur 1, Tumbuh 1.000 Mujahidah

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Wafatnya Ustadzah Hj. Husniah merupakan kehilangan mendalam bagi warga Hidayatullah.

Pada sisi lain, kepergian istri KH Abdurrahman Muhammad (Rais ‘Aam Hidayatullah) itu menjadi pelecut untuk melahirkan sosok-sosok seperti almarhumah.

“Beliau sudah gugur sebagai mujahidah,” kata Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, Ustadz Hamim Thohari.

“Tapi (dengan) gugurnya beliau, (kita) harus melahirkan 1.000 mujahidah lagi. Mati 1 tumbuh 1.000,” tambahnya saat menyampaikan takziyah usai penshalatan jenazah almarhumah Hj. Husniah di Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan.

Tanggung Jawab Bersama

Menurut Komisaris PT Lentera Jaya Abadi (perusahaan yang membawahi Majalah Suara Hidayatullah) itu, pengkaderan merupakan hal mutlak. Sebagai tugas bersama berbagai pihak di Hidayatullah.

“Dan ini adalah tanggung jawab kita semua. Rejuvinasi mutlak, wajib, kita ikhtiarkan bersama-sama,” tegasnya, Selasa (15/9/2026) bakda zuhur itu di depan ratusan jamaah termasuk para pelayat.

Diketahui, Ustadzah Hj. Husniah, istri KH Abdurrahman Muhammad (Rais ‘Aam Hidayatullah), wafat pada Selasa dinihari (15/9/2026), bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir 1448 H.

Muslimah kelahiran Balikpapan (31/12/1963) ini mengembuskan napas terakhir pada sekitar pukul 03.22 WITA di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan, Kaltim.

Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka lalu dimakamkan di halaman kediamannya, tepat di samping Rumah Qur’an yang dirintis keluarga besar almarhumah.* (SKR/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *