HUT RI & Milad Emas Ponpes Hidayatullah, Momentum Penting Membangun Bangsa & Agama

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini terbilang lebih istimewa khususnya warga Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak.
Sebab, momentum itu berbarengan dengan Milad Emas 50 Tahun Ponpes Hidayatullah Pusat Balikpapan, sebutan bersejarah bagi Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak tersebut.
Oleh karenanya, Warga Hidayatullah Gunung Tembak secara khusus diajak untuk kembali merefleksikan perjuangan para Pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said rahimahullah bersama para sahabat seperjuangan dan kader-kader senior.
Saat itu 50 tahun silam, mereka memasuki kawasan Gunung Tembak dan kemudian pesantren ini diresmikan oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. A. Mukti Ali, 5 Agustus 1976.
Ajakan itu disampaikan oleh Ustadz Masykur selaku Inspektur Upacara HUT ke-81 RI di Aula Pendopo Gunung Tembak, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan 4 Rabiul Awwal 1448 H.
“Mari sejenak kita bayangkan Ustadz Abdullah Said rahimahullah ta’ala bersama sahabat-sahabat seperjuangannya.
Allahuyarhamuhum bersama kader-kader senior pada saat itu, kita bayangkan kira-kira apa yang mereka pikirkan ketika memasuki kampus Gunung Tembak ini, tepatnya pada tanggal 5 Agustus 1976 silam, yang hari ini kita pun juga merayakannya dengan bersyukur sebagai Milad Emas 50 Tahun (ponpes) Hidayatullah Kampus Gunung Tembak Balikpapan ini,” ujarnya di depan ribuan santri, santriwati, serta ustadz dan ustadzah.
Syukur & Tekad
Menurutnya, banyak hal yang mungkin dipikirkan para pendiri dan perintis Hidayatullah ketika itu.
Namun, dua hal penting yang dapat menjadi pelajaran adalah rasa syukur atas hidayah Islam dan tekad yang kuat untuk membuktikannya melalui perjuangan.
“Kira-kira apa yang mereka pikirkan pada saat itu? Tentu banyak. Tetapi yang pasti dua kata ini akan melekat: bahwa mereka adalah orang-orang yang bersyukur mendapatkan hidayah Islam. Yang lalu membuktikannya dengan tekad yang kuat,” ujar dai yang juga Sekretaris YPPH Balikpapan ini.


Hadapi dengan Kesungguhan
Ia menegaskan, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Bahkan, tekad yang kuat mampu menutupi berbagai kekurangan yang ada.
“Ada banyak hal yang menjadi kekurangan tetapi tekad itu yang menutupinya.”
Memasuki usia 50 tahun, perjalanan Hidayatullah di Gunung Tembak juga tidak terlepas dari berbagai keterbatasan.
Namun, bagi seorang pejuang yang memahami hakikat kemerdekaan, keterbatasan tersebut harus dihadapi dengan kesungguhan.
“Hari ini pun 50 tahun telah berlalu sebagai ikhtiar manusiawi, ada begitu banyak keterbatasan yang kita dapati, kita temukan di kampus ini.
Tetapi bagi seorang pejuang, bagi seorang yang mengerti hakikat kemerdekaan, maka ia melewatinya dengan hari-hari yang penuh kesungguhan,” ujarnya.
Pesan itu menjadi penegasan, momentum HUT ke-81 RI dan Milad Emas 50 Tahun Hidayatullah Gunung Tembak, menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah sekaligus memperkuat rasa syukur, tekad, serta kesungguhan dalam melanjutkan perjuangan membangung bangsa, negara, dan agama.* (SKR/@Uqreat)
Recent Comments