Semangat Warga Gutem Ikuti Lomba Kebersihan Rumah & Lingkungan, Bukan Cari Juara tapi Bentuk Kepedulian

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Semarak Milad Emas 50 Tahun Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan di Gunung Tembak (Gutem) beriringan dengan semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Terlihat, misalnya, warga Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak tampak bergotong royong memperindah dan membersihkan rumah dan lingkungan sekitar.

Pemandangan itu terjadi juga dalam rangka memeriahkan lomba kebersihan lingkungan yang diadakan Muslimat Hidayatullah bekerja sama dengan Panitia Milad Emas tersebut.

Kesibukan warga bahkan telah terlihat sejak beberapa hari sebelum penilaian. Ada yang merintis dan merapikan tanaman, menata bunga, membersihkan lingkungan, hingga memasang bendera Merah Putih dan berbagai pernak-pernik bernuansa HUT RI dan Milad Ponpes Hidayatullah.

Penilaian

Kegiatan penilaian lomba itu dilaksanakan pada Ahad, 25 Shafar 1448 H (9/8/2026), mulai pukul 08.00 WITA.

Proses penilaian lingkungan dan rumah warga melibatkan unsur Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Muslimat Hidayatullah, serta Ketua RT.

Para juri disebarkan ke berbagai titik lokasi yang telah ditentukan masing-masing.

Mereka menyambangi setiap rumah dan lingkungan Asyirah untuk melihat secara langsung kebersihan, kerapian, kreativitas, serta semangat warga dalam menata lingkungan.

Mereka juga berinteraksi dengan warga penghuni rumah, selain bersilaturahim, juga untuk mengkonfirmasi beberapa hal yang terkait penilaian dalam lomba itu.

Bentuk Kepedulian

Partisipasi dalam lomba itu juga sebagai bentuk kepedulian warga dalam menjaga kebersihan, keindahan, persaudaraan, serta semangat gotong royong.

Salah seorang warga di Kampus Tarbiyah Ponpes Hidayatullah, Asrijal, yang turut terlibat dalam kegiatan kerja bakti, menilai perlombaan itu memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat Gunung Tembak dan sekitarnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum yang mampu mempererat keakraban antar warga, terlebih di tengah kesibukan masing-masing.

“Mantap nih ada lomba begini. Meskipun sekarang lagi pada sibuk, ada agenda di sana dan di sini, lomba ini juga memberikan pesan yang luar biasa,” ungkap warga di Kampus Tarbiyah ini.

Warga juga merasakan bahwa persiapan lomba membuat warga semakin sering berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan lingkungan.

“Ini juga, kita jadi bisa kerja sama dengan bapak-bapak yang lain, mulai dari bersihkan parit, pasang bendera, terutama intinya inti itu (makan) gorengan (berjamaah),” tambahnya dengan nada bercanda.

Mengikuti lomba ini bukan berarti agar rumahnya dinilai bagus apalagi berharap juara. “Ini kan bentuk ketaatan dan kepedulian, sekaligus untuk terus menjaga perhatian kita terhadap lingkungan rumah dan sekitarnya,” ungkap Abu Fawwaz, warga lainnya.

“Kalau berharap juara, gak mungkin sudah rumahku juara! Tapi bukan di situ poinnya,” tambahnya yang diketahui menetap di lingkungan Kampus Dakwah -sebutan untuk area di luar lingkungan Kampus Tarbiyah (Pendidikan) Ponpes Hidayatullah Gutem.

Asyirah

Selain rumah warga, Asyirah juga menjadi bagian dari lingkungan yang dipersiapkan. Asyirah adalah sebutan lokal untuk kelompok bertetangga yang terdiri dari beberapa rumah yang berdekatan.

Asyirah menjadi wadah untuk membangun silaturahim, ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan antarwarga bertetangga.

Karena itu, penataan lingkungan Asyirah tidak hanya dipandang sebagai bagian dari perlombaan, tetapi juga sebagai upaya terus menghidupkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.* (Abana/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *