Ditinggal Wafat Istrinya, Rais ‘Aam Hidayatullah: Semoga Allah Pertemukan Kita di Surga

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- KH Abdurrahman Muhammad (Rais ‘Aam Hidayatullah) menyampaikan sejumlah doa untuk mendiang istrinya, almarhumah Ustadzah Hj. Husniah.

Di antaranya, sang kiai berdoa agar kelak bisa dipertemukan kembali dengan istri di surga.

“Semoga Allah pertemukan kita di surga Allah,” ujar Kiai Abdurrahman penuh harap saat menyampaikan sambutan mewakili keluarga besarnya usai penshalatan jenazah almarhumah Hj. Husniah di Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Kiai Abdurrahman mengenang keteladanan sang istri semasa hidupnya.

Ia menuturkan kebersamaannya dengan sang istri 45 tahun lamanya. Sosok wanita kelahiran Balikpapan (31/12/1963) itu bergabung dengan Hidayatullah sejak masih remaja.

“Beliau anak Hidayatullah karena sejak remaja sudah di sini. Dan pada akhirnya beliau menjadi ibunda Hidayatullah,” tuturnya di depan jamaah Masjid Ar-Riyadh Ponpes Hidayatullah, Selasa siang (15/9/2026).

“Beliau telah memberikan yang terbaik, bisa bersama kami, bersama Hidayatullah di jalan dakwah (Islam),” kenangnya juga.

Sosok Sabar & Tekun

Kiai Abdurrahman juga mengenang almarhumah sebagai wanita yang sabar, sebagaimana pengakuan banyak orang lainnya.

“Ibu ini memang seperti yang dikatakan tadi (pembicara sebelumnya, red), tipe sabar dan tekun,” kenangnya.

Almarhumah juga dikenangnya sebagai sosok yang begitu baik dalam bermuamalah. Baik kepada suami, anak-anak, kerabat, maupun kepada tetangga dan sebagainya.

“Dia tidak pernah ada persoalan dengan anak-anak. Contohlah ibu ini (dalam) bertetangga dan bermuamalah,” pesannya.

Sehingga, hal inilah yang dinilai menjadi kunci langgengnya rumah tangga Kiai Abdurrahman tersebut. “Kami selamanya harmonis,” imbuhnya.

“Semoga dengan amal kebajikan selama ini ibu (Hj. Husniah, red), hidup ini menjadi kesan persaudaraan yang baik dan mendalam,” ungkapnya.

Masih dalam penyampaiannya itu, Kiai Abdurrahman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, baik institusi maupun personal, atas berbagai dukungan untuk keluarga besar almarhumah selama ini.

“Terima kasih kepada semuanya,” ujarnya.

Alasan Pemakaman di Pekarangan Rumah

Hj. Husniah dimakamkan di pekarangan rumahnya di Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan.

Kiai Abdurrahman pun memberi penjelasan terkait alasan tempat pemakaman di situ.

“Saya makamkan ibu di depan rumah, sebelah timur rumahnya, untuk penghargaan bagi saya , bahwa beliau 45 tahun membersamai saya, inilah monumen yang luar biasa, (beliau) berjasa untuk saya,” ungkapnya.

Tak lupa, Kiai Abdurrahman memberikan pesan khusus secara terbuka untuk keluarga besarnya serta para tetangganya.

“Lingkaran keluarga besar harus selalu dipelihara. Dan lingkaran tetangga harus selalu dipelihara,” pesan sang kiai.

Diketahui, Ustadzah Hj. Husniah, istri KH Abdurrahman Muhammad (Rais ‘Aam Hidayatullah), wafat pada Selasa dinihari (15/9/2026), bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir 1448 H.

Muslimah ini mengembuskan napas terakhir pada sekitar pukul 03.22 WITA di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Kota Balikpapan, Kaltim.
Setelah sebelumnya jatuh sakit cukup lama dan bolak balik menjalani perawatan di rumah dan rumah sakit.* (SKR/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *