Menguatkan Amanah Perjuangan dengan Ibadah dan Ikhtiar

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat – Setiap amanah perjuangan memiliki tantangan dan ujian. Namun, seorang pengemban amanah tidak boleh larut dalam kesulitan. Tugasnya adalah memaksimalkan ibadah dan ikhtiar, sembari meyakini bahwa pertolongan Allah akan datang melalui jalan yang tidak disangka-sangka.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Akib Junaid dalam forum sarasehan bersama unsur Hidayatullah Banten.
Mengutip Surah Al-Ankabut ayat 69, ia mengingatkan bahwa orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah akan mendapatkan petunjuk-Nya.
“Jadi tugas kita memaksimalkan ibadah dan ikhtiar,” tegasnya.
Belajar dari Kisah Para Pengemban Amanah
Ustadz Akib mengibaratkan sejumlah nabi dan tokoh dalam sejarah Islam sebagai penerima SK penugasan dengan ujian yang berbeda-beda.
Siti Hajar dan Ismail menjadi contoh bagaimana ibadah dan ikhtiar berjalan beriringan. Di tengah lembah tandus, Siti Hajar berusaha mencari air hingga Allah menghadirkan pertolongan melalui Zamzam. Nabi Nuh Alaihissalam mengajarkan keteguhan berdakwah selama 950 tahun meski pengikutnya sedikit.
Sementara Nabi Yunus Alaihissalam menjadi pelajaran agar tidak meninggalkan amanah karena kesulitan. Ia juga mengangkat kisah Ubaidullah bin Jahsy yang meninggalkan Islam setelah berhijrah ke Habasyah, serta Nabi Yusuf Alaihissalam yang meminta amanah strategis sebagai pengelola perbendaharaan negeri.
Menurutnya, Nabi Yusuf memberikan teladan bahwa amanah besar membutuhkan bekal hafizhun ‘alim, yakni kemampuan menjaga amanah dan memiliki ilmu. Dalam istilah kekinian, keduanya mencerminkan pribadi yang profetik dan profesional.
Memaksimalkan Peran dalam Perjuangan
Melalui kisah-kisah tersebut, Ustadz Akib mengajak seluruh peserta untuk tetap berkontribusi dalam perjuangan Hidayatullah, apa pun profesi dan posisi yang diamanahkan. Bahkan kontribusi sederhana seperti menjaga keistiqamahan dalam halaqah dan menghidupkan gerakan dakwah merupakan bagian dari pengabdian.
Forum sarasehan ini berlangsung Kamis (5/11/2026) di Warasfarm, Cilegon. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan silaturahim dan kerja tiga utusan Dewan Mudzakarah, yakni Ustadz Akib Junaid, Ustadz Miftahuddin, dan Ustadz Marwan Mujahidin, untuk menyerap aspirasi serta memberikan penguatan kelembagaan kepada DMW, DPW, BMH, Mushida, dan Pemhida di Banten.(Mar’atus Sa’adah, Ketua Mushida Banten)
Recent Comments