Inspektur Upacara HUT ke-81 RI Ajak Amalkan Kemerdekaan Sejati

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati awal pekan ini sejatinya bukan hanya tentang kebangsaan.

Demikian salah satu penyampaian Ustadz Masykur, M.Pd.I., sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT RI tersebut di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Kota Balikpapan dirangkai dengan penutupan Milad Emas 50 Tahun Ponpes itu.

Ustadz Masykur mengajak seluruh peserta upacara untuk memaknai kemerdekaan sebagai kemerdekaan seorang manusia untuk menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi.

Dalam amanatnya, Sekretaris Yayasan Ponpes Hidayatullah Balikpapan ini menegaskan, kemerdekaan sejati bermakna ketika manusia menyadari tujuan penciptaannya.

“Kemerdekaan ialah ketika seorang hamba, ketika setiap manusia, benar-benar merasakan bahwa ia adalah makhkluk yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk beribadah sekaligus menjadi khalifah yang menata daripada peradaban di dunia,” ujarnya di depan ribuan peserta upacara di depan Aula Pendopo Gunung Tembak, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan 4 Rabiul Awwal 1448 H.

Mensyukuri Kemerdekaan

Ustadz Masykur kemudian menyebut bersyukur sebagai satu kata penting dalam memaknai hari kemerdekaan.

Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan menghargai ilmu, pendidikan, orang tua, guru, serta lingkungan Islami yang menjadi tempat menuntut ilmu.

“Satu kata untuk hari kemerdekaan ini ialah bersyukur. Bersyukur atas segala apa yang telah diajarkan oleh guru-guru kita sebagai murid. Kita bersyukur atas apa yang telah diantarkan oleh para orang tua kita, sebagai anak untuk bisa merasakan nikmatnya lingkungan Islami di tempat (Ponpes Hidayatullah) ini,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan menjadi penuntut ilmu merupakan nikmat dan hidayah dari Allah.

Ia mengingatkan sabda Rasulullah Shallallahu Wasallam tentang keutamaan orang yang dikehendaki kebaikan oleh Allah.

“Kita bersyukur sebab Allah Subhanahu Wata’ala mentaqdirkan hidayah itu, mentaqdirkan nikmat sebagai seorang penuntut ilmu, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa barangsiapa yang dikehendaki kebaikan untuknya, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya untuk menetapi dan menjalani jalan-jalan perjuangan menuntut ilmu tersebut.”

Himmah ‘Aliyah

Ustadz Masykur melanjutkan, rasa syukur tersebut harus dibuktikan dengan mempelajari, mengamalkan, dan mendakwahkan agama.

“Inilah kesykuran kita sebagai manusia-manusia yang terpilih oleh Allah Subhanahu Wata’ala, untuk mempelajari agama ini sekaligus menagmalkan dan mendakwahkannya kelak.”

Selain rasa syukur, Ustadz Masykur menekankan pentingnya tekad yang kuat bagi seorang penuntut ilmu.

Ia menyebutnya sebagai himmah ‘aliyah, yakni obsesi dan cita-cita tinggi yang melampaui batas usia dan keterbatasan.

“Selanjutnya, dua kata untuk hari kemerdekaan ini adalah selain kita bersyukur, maka seorang penuntut ilmu haruslah memiliki tekad yang kuat, himmah Aliyah, satu obsesi yang nyaris melewati daripada usia itu sendiri,” pesannya.

Upacara HUT ke-81 RI itu terbilang istimewa karena berbarengan dengan momentum Milad Emas 50 Tahun Ponpes Hidayatullah Pusat Balikpapan. Upacara ini diikuti ribuan santri dan santriwati serta para ustadz-ustadzah, baik dari Gunung Tembak maupun dari Ma’had Tahfizul Qur’an Ahlus Shuffah Gunung Binjai, Teritip.* (SKR/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *