Pembukaan Milad Emas Ponpes Hidayatullah, Rais Am Serahkan Panji Milad kepada Ketua YPPH Balikpapan

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Rangkaian Milad Emas 50 Tahun Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan resmi dibuka pada Rabu, 21 Shafar 1448 H (8/5/2026) pagi.
Pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur pimpinan Hidayatullah dari pusat dan daerah, pembina, pengawas, para murabbi, peserta Musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Diklat Murabbi Nasional, Ibu-ibu Pembimbing, serta perwakilan unit pendidikan dan organisasi Muslimat Hidayatullah PD dan PW.
Momentum pembukaan ditandai dengan penyerahan Panji Milad Emas oleh Rais Am Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad kepada Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan. Sebagai simbol dimulainya rangkaian peringatan 50 tahun perjuangan Hidayatullah.
Panji Milad itu sebelumnya diarak oleh pasukan berkuda dari Ummulqura Stable yang dipimpin oleh Ustadz Masykur, salah seorang driver kuda di lingkungan Hidayatullah Gunung Tembak.
Kemudian, Ustadz Masykur turun membawakan panji dan memberikannya kepada Rais Am yang berbaris di teras Aula Pendopo. Kemudian, Rais Am menyerahkannya kepada Dr Arfan.
Momen itu disaksikan secara langsung oleh para hadirin, baik secara offline maupun secara online melalui kanal Youtube Ummulqura Hidayatullah.
Kuatkan Keyakinan
Sebelum pembukaan resmi, pada sesi sambutan, Ketua YPPH Balikpapan, Ustadz Dr Arfan, mengajak seluruh jamaah untuk terus menguatkan keyakinan kepada pertolongan Allah dalam setiap perjuangan.
Ia mengutip firman Allah dalam QS. At-Talaq ayat 2 yang terjemahannya berbunyi, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya.”
Menurut Dr Arfan, Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan atau kini disebut Kampus Induk Ummulqura Hidayatullah merupakan tanah yang penuh keberkahan dan harus terus dijaga semangat perjuangannya.
Hal itu, tambahnya, sebagaimana pesan Pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said Rahimahullahu Ta’ala, yang berpegang pada firman Allah, “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS. Muhammad: 7, red).”

Awas Tergelincir
Dalam tausiyahnya, Ketua Pembina YPPH Balikpapan, Ustadz Abdul Latief Usman, mengingatkan bahwa perjalanan dakwah lebih sering tergelincir bukan karena persoalan besar, melainkan hal-hal kecil yang luput dari perhatian.
“Lima puluh tahun bukan waktu yang singkat, namun juga belum terlalu tua bagi usia perjuangan. Semoga kita terhindar dari kerikil-kerikil yang menggelincirkan langkah dakwah,” pesannya.
Ia pun mengajak seluruh peserta memperbanyak doa, “Yā Hayyu Yā Qayyūm, bi rahmatika astaghīts, ashlih lī sya’nī kullah, wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘ain.”
Optimisme Kaderisasi
Mewakili santri awal Hidayatullah, Ustadz Amin Mahmud menyampaikan optimismenya terhadap regenerasi kader.
Ia menegaskan bahwa Hidayatullah bukan milik pribadi, melainkan milik jamaah yang dibangun atas pertolongan Allah.
Ia juga mengingatkan generasi penerus agar tetap istiqamah berjuang untuk Islam lewat Hidayatullah dan tidak meninggalkan amanah perjuangan hanya karena kepentingan duniawi.
Kebijakan Strategis
Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, menegaskan bahwa rejuvenasi menjadi salah satu arah kebijakan strategis organisasi dalam menyongsong masa depan Hidayatullah.
Menurutnya, kaderisasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguatan akademik, dan lahirnya para profesor dari kader Hidayatullah. Sehingga, organisasi semakin memberi pengaruh di tingkat nasional.
Ia juga mengingatkan pesan Rais Am agar seluruh kader senantiasa menghargai setiap orang yang bergabung dalam perjuangan Hidayatullah dan tidak mudah menghakimi niat mereka.
“Jangan sibuk mencari kader di luar, sementara kader yang ada di dalam tidak dipertahankan,” ujarnya.
Perkuat Persatuan
Menutup rangkaian pembukaan, seluruh peserta diajak menjadikan usia emas Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kemurnian cita-cita perjuangan.
Peserta juga diajak terus berkomitmen melahirkan generasi yang lebih cerdas, bijaksana, dan mampu melanjutkan estafet dakwah menuju peradaban Islam.* (Itha/@Uqreat)
Recent Comments