BMKG Balikpapan Lakukan Observasi Hilal Awal Shafar 1448 H di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Gunung Tembak

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas III Balikpapan melaksanakan observasi rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal Shafar 1448 Hijriyah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas BMKG dalam mendukung pengamatan hilal sebagai salah satu referensi penentuan awal bulan dalam kalender Hijriyah.
Dalam surat resminya, Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmidi, M.Si. menjelaskan, observasi hilal berlangsung selama satu hari di Rooftop Masjid Ar-Riyadh, Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Jl Mulawarman No. 25, Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan.
Tepatnya di kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak pada Rabu (15/7/2026) sore – malam.
“Alhamdulillah pada saat pengamatan tadi, hilal terlihat dari Pesantren Hidayatullah ini di ketinggian 12,69 derajat. Pengamatan berjalan lancar,” ujar Pengamat Meteorologi dan Geofisika Pertama BMKG Balikpapan, Muh. Alfatham W. P., S.Tr.Geof, saat diwawancarai Media Ummulqura Creative Production (@Uqreat) di lokasi tersebut, Rabu malam.
Ia menjelaskan alasan pemilihan Masjid Ar-Riyadh sebagai salah satu lokasi pengamatan tersebut.
“Kami sudah lebih dari lima kali untuk pengamatan di sini. Alhamdulillah sudah dua kali kelihatan (hilalnya), tahun lalu (2025) sama sekarang (2026). Karena lokasinya sangat proper untuk melihat hilal di mana ketinggian di pesantren ini sangat mendukung untuk melihat hilal itu,” jelasnya.
DKM Ar-Riyadh Sambut Baik
Sementara itu, Ketua Bidang 2 Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Habib Lukman Hakim Alatas –yang membidangi Masjid Ar-Riyadh, menyambut baik program tersebut.
“Dari pihak DKM Ar-Riyadh kami mengucapkan terima kasih kepada tim dari BMKG (Balikpapan) yang telah memilih Masjid Ar-Riyadh untuk melakukan teropong hilal.
Tentu ini suatu kegiatan yang sangat luar biasa manfaatnya, dari sisi wawasan juga buat adik-adik di sini.
Yang kedua, kita mengamalkan ajaran agama kita bahwa menetapkan bulan itu dengan melihat hilal, sekaligus di dalamnya juga ada doa-doa yang dianjurkan Nabi Alaihi Shalatu Wassalam saat melihat hilal,” jelas Habib yang turut mendampingi proses pengamatan hilal itu.

Rutin
Melalui kegiatan ini, tim BMKG melakukan pengamatan posisi hilal menggunakan peralatan astronomi sesuai prosedur yang berlaku.
Diketahui, BMKG secara rutin melaksanakan observasi hilal di berbagai titik pengamatan di Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan informasi astronomi dan penentuan kalender Hijriah secara ilmiah.
Pihak BMKG Balikpapan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama DKM Ar-Riyadh dan Ponpes Hidayatullah Balikpapan dalam program tersebut.* (@SKRsyakur/@Uqreat)
Recent Comments