Semarak HUT ke-81 RI & Milad Ponpes Hidayatullah, MIRAMA Putra Tanamkan Nilai Positif untuk Santri

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat— Menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati Milad Emas ke-50 Hidayatullah, Madrasah Ibtidaiyah Raadhiyatan Mardhiyyah (MIRAMA) Putra menggelar serangkaian perlombaan yang melibatkan ratusan santri.
Kegiatan berlangsung selama empat hari (18–21/8/2026), dengan pusat kegiatan berada di lingkungan gedung MIRAMA Putra, Gunung Tembak, Balikpapan.
Momentum ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai perjuangan, kebersamaan, sportivitas, dan rasa syukur atas kemerdekaan Bangsa kepada para santri.
Kepala MIRAMA Putra, Ustadz Abdul Rauf, menyampaikan, semarak kegiatan tahun ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan Milad Emas 50 Tahun Ponpes Hidayatullah Pusat di Gunung Tembak.
“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk menyemarakkan kemerdekaan sekaligus mensyukuri perjalanan panjang Hidayatullah yang telah memasuki usia 50 tahun.
Semoga semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu terus tumbuh dalam diri para santri, sehingga mereka menjadi generasi yang siap melanjutkan perjuangan Hidayatullah,” ujar Ustadz Abdul Rauf.
Semangat Kompetitif
Beragam perlombaan seperti balap kelereng, balap karung, dan lari estafet menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dikemas penuh keceriaan dan semangat kompetisi.
Sejak perlombaan dimulai, suasana di depan madrasah berubah menjadi arena penuh sorak-sorai.
Para santri tidak hanya berlomba untuk menjadi yang tercepat, tetapi juga saling memberikan dukungan kepada teman-temannya. Tawa, teriakan penyemangat, hingga ekspresi tegang menghiasi setiap pertandingan.
Berikan Pengalaman Positif
WAKA Kesiswaan MIRAMA Putra, Ustadz Abdul Jalil, menjelaskan, perlombaan sengaja dikemas untuk memberikan pengalaman positif kepada para santri di luar aktivitas pembelajaran rutin.
“Tujuan kegiatan perlombaan ini bukan hanya mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana para santri belajar tentang sportivitas, kerja sama, keberanian, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Kita ingin mereka menikmati kemerdekaan dengan cara yang positif dan tetap memiliki nilai pendidikan,” jelas Ustadz Abdul Jalil.

#Bukan Sekadar Hiburan
Antusiasme ratusan santri terlihat dalam setiap perlombaan. Bukan sekadar hiburan. Balap kelereng menguji keseimbangan dan kesabaran, balap karung menghadirkan tawa sekaligus persaingan, sementara lari estafet menuntut kekompakan dan kerja sama antaranggota tim.
Di balik riuhnya perlombaan, terselip pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan perjuangan di masa depan.
#Tumbuhkan Persaudaraan
Bagi para santri MIRAMA Putra, rangkaian kegiatan 18–21 Agustus 2026 menjadi kenangan yang lebih dari sekadar perlombaan. Ia menjadi ruang untuk belajar, bermain, bersaudara, dan menumbuhkan semangat perjuangan dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Dari depan gedung MIRAMA Putra, semangat kemerdekaan berpadu dengan semangat Milad Emas Hidayatullah. Menghidupkan kembali nilai perjuangan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.* (Abana/Media Mirama/@Uqreat)
Recent Comments