Literasi Digital Bekali Calon Alumni STIS Hidayatullah, 28 Mahasiswi Siap Menjadi Reporter

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat – “Dunia digital kini menjadi ruang dakwah, dan media sosial telah bertransformasi menjadi mimbar baru. Di tengah banyaknya informasi yang viral, masyarakat membutuhkan rujukan yang benar.”

Pernyataan tersebut disampaikan Ustadzah Mujtahidah, S.H.I saat menyampaikan materi Literasi Digital dalam kegiatan Pembekalan Calon Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Putri Balikpapan. Menurutnya, perubahan lanskap komunikasi menuntut para lulusan STIS untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan Islam melalui media digital secara tepat, bijak, dan bertanggung jawab.

Di hadapan calon Alumni, Ustadzah Mujtahidah yang akrab dipanggil ustadzah Itha, menegaskan bahwa ruang digital telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Informasi keagamaan kini lebih banyak diakses melalui media sosial, portal berita, maupun berbagai platform digital lainnya. Karena itu, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah, memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan konten yang benar, serta menjadi rujukan di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

“Alumni STIS Hidayatullah harus hadir sebagai solusi. Dakwah tidak boleh tertinggal di era digital. Kita harus mampu menghadirkan narasi Islam yang ilmiah, terpercaya, dan relevan dengan tantangan zaman,” tegasnya.

Membangun Dai yang Melek Digital

Dalam kesempatan tersebut, para calon alumni diajak memandang aktivitas menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan bagian dari dakwah. Tulisan yang baik dinilai mampu menjangkau masyarakat lebih luas, melintasi batas ruang dan waktu, sekaligus menjadi sarana menyebarkan ilmu serta nilai-nilai Islam kepada berbagai kalangan.

Selain memahami etika bermedia digital, peserta juga didorong untuk menjadi kreator konten yang mampu memproduksi informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat. Literasi digital, menurut pemateri, menjadi kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari peran alumni STIS yang akan terjun ke tengah masyarakat.

Dari Komitmen Menulis Menuju Jejaring Reporter Dakwah

Suasana pembekalan berlangsung hangat dan interaktif. Pada penghujung sesi, Ustadzah Itha memberikan doorprize kepada beberapa mahasiswi yang berani maju ke depan untuk berbagi pengalaman. Mereka menceritakan pengalaman saat pertama kali belajar menulis, yang akhirnya membuat mereka berhenti menulis, sekaligus menyampaikan komitmen yang ingin diwujudkan setelah mengikuti pembekalan literasi digital.

Momen tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penyemangat bagi peserta lain untuk mulai percaya diri berkarya melalui tulisan.
Semangat itu kemudian diwujudkan dalam bentuk komitmen nyata. Setelah kegiatan ditutup, sebanyak 28 calon alumni menyatakan kesiapan mereka untuk menjadi reporter dan bergabung dalam Grup Reporter Ummulqura Hidayatullah, setelah Surat Keputusan (SK) penugasan dibacakan.

Sebagai alumni STIS Hidayatullah Putri yang akan mengemban amanah di berbagai daerah di Indonesia, mereka berkomitmen untuk menghadirkan berita-berita dakwah, pendidikan, sosial, dan aktivitas pengabdian dari wilayah penugasan masing-masing.

Komitmen tersebut menjadi langkah awal lahirnya jejaring reporter alumni STIS Hidayatullah Putri yang diharapkan mampu menguatkan syiar dakwah melalui karya jurnalistik yang informatif, mencerahkan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, dakwah tidak hanya hadir melalui lisan di mimbar, tetapi juga melalui tulisan, yang terus menyebarkan inspirasi dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat luas.* (Afifah Amatullah, Mahasiswi STIS Hidayatullah/@uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *