Guru & Dosen Hidayatullah Ummulqura Ikuti Pelatihan Metode Al Hidayah, Perkuat Kompetensi Pengajar Qur’an

Pelatihan Guru Qur’an dengan Metode Al Hidayah di Aula Prasmanan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat, 2 Shafar 1448 H (17/7/2026).* [Foto: Abana/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Pelatihan Guru Qur’an dengan Metode Al Hidayah diikuti oleh para guru dan dosen Hidayatullah Ummulqura sebagai upaya meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Prasmanan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat, 2 Shafar 1448 H (17/7/2026).

Pelatihan Guru Qur’an dengan Metode Al Hidayah diikuti oleh para guru dan dosen Hidayatullah Ummulqura sebagai upaya meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Prasmanan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat, 2 Shafar 1448 H (17/7/2026).

Hadir sebagai salah seorang pemateri yaitu Ketua Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al-Qur’an (GranD MBA) Pusat, Ustadz Muhdi Muhammad.

Dalam sambutannya, Ustadz Muhdi mengingatkan bahwa seluruh aktivitas seorang Muslim semestinya berorientasi kepada Al-Qur’an. Ia mengutip pesan Rais Am Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad sebagai landasan semangat pengabdian.

“Tujuan kita hidup adalah untuk Al-Qur’an. Jika bukan untuk Al-Qur’an, lalu untuk apa kita hidup,” tegasnya.

BKPTQ Hidayatullah

Ia juga menyampaikan perkembangan kelembagaan dalam pembinaan tilawah Al-Qur’an di lingkungan Hidayatullah yaitu Badan Koordinasi Pembinaan Tilawah al Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah yang juga membawahi GranD MBA.

Ia menjelaskan, BKPTQ Hidayatullah kini tidak lagi berada di bawah bidang tertentu, melainkan mendapat perhatian khusus dengan berada langsung di bawah Ketua Umum DPP Hidayatullah.

“BKPTQ sekarang tidak lagi berada di bawah bidang A maupun bidang B. DPP memberikan perhatian yang lebih serius dengan menempatkannya langsung di bawah Ketua Umum DPP Hidayatullah. Ini menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an menjadi prioritas utama dalam gerakan Hidayatullah,” jelasnya.

Pelatihan Guru Qur’an dengan Metode Al Hidayah di Aula Prasmanan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat, 2 Shafar 1448 H (17/7/2026).* [Foto: Itha/@Uqreat]

Sarana Penyaringan

Sementara itu, Ketua Bidang I Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Ustadz Irwan Budiana, menegaskan bahwa penerapan Metode Al Hidayah diharapkan menjadi instrumen untuk menyaring dan meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di seluruh lembaga pendidikan Hidayatullah.

“Kami berharap Metode Al Hidayah menjadi sarana penyaringan bagi seluruh satuan pendidikan. Hal terbaik yang harus kita miliki di Unit Qur’an adalah pengajar Al-Qur’an yang berkualitas dan memiliki standar yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan amanah yang harus diikuti dengan kesungguhan oleh setiap guru dan dosen. Sebab, kualitas pengajar akan sangat berpengaruh terhadap pembinaan para santri.

“Kegiatan ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan Al-Qur’an dan para santri. Jangan sampai kita ingin mengajarkan Al-Qur’an, tetapi justru tidak memiliki semangat untuk mengikuti pelatihan Al-Qur’an. Pengajar harus menjadi teladan dalam belajar dan terus meningkatkan kompetensinya,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu memahami serta mengimplementasikan Metode Al Hidayah secara optimal, sehingga proses pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Hidayatullah semakin terarah, berkualitas, dan melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.* (Abana/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *