Penugasan Alumnus STIS Hidayatullah, Kukuhkan Semangat Pengabdian Sarjana Kader Dai

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Menginjak usia emas 50 Tahun Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan, semangat pengabdian dan estafet perjuangan dakwah kembali diteguhkan melalui Penugasan Dai dan Daiyah Sarjana 2026.
Mengusung tema “Mengukuhkan Semangat Pengabdian Sarjana Kader untuk Dakwah”, kegiatan ini diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Ahad (2/8/2026) di Aula STIS Hidayatullah Balikpapan, Gunung Tembak.
Penugasan itu menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perjalanan panjang Hidayatullah selama lima dekade tidak dapat dipisahkan dari lahirnya kader-kader yang siap mengabdikan ilmu, tenaga, dan kehidupannya bagi umat.
Sebanyak 49 alumnus secara resmi menerima amanah penugasan ke berbagai daerah, disaksikan oleh seluruh ibu-ibu pembimbing, kepala-kepala unit pendidikan, serta wali mahasiswi yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembinaan mereka.
Prosesi penugasan bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan peneguhan komitmen bahwa gelar sarjana yang telah diraih merupakan awal dari pengabdian yang sesungguhnya.
Sejalan dengan semangat Milad ke-50 Ponpes Hidayatullah tersebut, para alumni diharapkan menjadi generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam keilmuan. Tetapi juga kokoh dalam akhlak, siap mengemban amanah, dan istiqamah menghidupkan nilai-nilai dakwah di mana pun mereka ditugaskan.
Etika sebagai Pembeda
Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Rizky Kurnia Sah, S.H.I., M.E., dalam sambutannya menegaskan, etika merupakan pembeda utama antara alumni STIS dengan lulusan lainnya.
Menurutnya, seluruh proses pengkaderan yang telah dijalani selama bertahun-tahun akan terlihat dari cara para alumni bersikap ketika menerima amanah.
Kesabaran yang ditempa selama pendidikan menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan di medan dakwah.
Ia mengingatkan agar para alumni tidak menjadikan materi sebagai orientasi utama dalam bertugas.
“Ketika kalian menerima amanah, itu tanda bahwa kalian berhasil. Akan ada saatnya kalian menerima amanah studi lanjut atau menikah. Tidak perlu dilakukan diam-diam, dan tidak perlu mencari pengakuan manusia. Cukuplah Allah yang menilai keikhlasan kita,” pesannya.
Pada akhir sambutannya, Ustadz Rizky juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang telah menjadi inspirasi bagi STIS, untuk terus memperkuat kualitas pendidikan serta memberikan kontribusi nyata bagi dakwah.

Awal Pembuktian
Bagi para alumni, penugasan ini menjadi titik awal perjalanan baru dalam mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STIS Hidayatullah Balikpapan.
Salah seorang peserta, Aqidatul Izzah, mengungkapkan rasa syukur sekaligus harunya dapat menerima amanah tersebut.
“Penugasan ini bukan akhir dari perjalanan kami sebagai mahasiswi, tetapi awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang telah kami pelajari harus memberi manfaat bagi umat. Insya Allah kami siap menjalankan amanah dengan ikhlas, terus belajar, dan menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di STIS Hidayatullah,” ungkapnya.* (Antria/Media STIS/@Uqreat)
Recent Comments