Secuplik Kisah Pelaku Sejarah Dakwah Hidayatullah di Pulau Papua
“Masuk pertama kali di sini, Pak Iskandar masih (tinggal di) gubuk-gubuk di sini, Pak”
Membangun Miniatur Peradaban Islam


“Masuk pertama kali di sini, Pak Iskandar masih (tinggal di) gubuk-gubuk di sini, Pak”
“Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami mahasiswi yang punya banyak rencana tapi kurang pemasukan. Ini adalah alternatif yang sangat membantu kami untuk mendapatkan dana”
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas capaian SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri yang mampu menghadirkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Ia menyebut bahwa Hidayatullah Gunung Tembak ini murah tapi tidak murahan.
“Kalau kita sujud, setengah mati kita cari lokasi di mana dahi diletakkan. Sebab di sana sini bertebaran ta** cicak”
Pada kunjungannya itu, Ustadz Hamim Thohari dan para asatidz lainnya juga bersilaturahim ke rumah keluarga pewaqaf tanah Ponpes Hidayatullah Binjai, tak jauh dari lokasi pesantren.
Belajar seharusnya menjadi wasilah (jalan) untuk mencapai tujuan: bertambahnya ilmu, keberkahan, keimanan, dan kebaikan dalam diri. Sementara nilai dari guru hanyalah alat bantu, bukan akhir dari perjalanan belajar.
Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya memahami bahwa perundungan adalah tindakan yang salah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, kreatif, dan siap membawa perubahan positif dilingkungannya.
“Harapannya, melalui kegiatan ini orang tua bisa lebih aktif lagi mendampingi ananda belajar di rumah dan terciptanya bonding yang kuat antara Ananda dan orang tuanya”
Sekolah Luqman Al-Hakim dikenal dengan pendekatannya yang mengintegrasikan dua kurikulum, yaitu kurikulum nasional dan kurikulum berbasis nilai-nilai tauhid.
Lebih dari sekedar acara pelepasan, Tasyakuran dan Rihlah ini menjadi bukti nyata bahwa MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putri terus berkontribusi dalam membentuk generasi masa depan.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments