Tasyakuran Angkatan ke-43 MI RM Putri, Dirangkai Rihlah di Pantai Manggar

Tasyakuran Santriwati MI RM Putri angkatan ke-43 di Pantai Manggar, Balikpapan, Sabtu, 19 Dzulqa’dah 1446 H (17/5/2025 M).* [Foto: Novi/DP3/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putri menyelenggarakan Tasyakuran dan Rihlah untuk angkatan ke-43 pada Sabtu, 19 Dzulqa’dah 1446 H (17/5/2025 M).

Pantai Manggar Segara Sari, Kota Balikpapan, dipilih sebagai lokasi kegiatan, menghadirkan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan Hidayatullah (LPPH), Ketua Departemen Pendidikan dan Pengkaderan Putri (DP3), kepala madrasah dari unit KB/RA, Sekolah Mengengah Hidayatullah (SMH), Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS), serta para wali murid kelas VI.

Tahun ini, sebanyak 19 siswi berhasil menyelesaikan pendidikan di jenjang MI.

Ketua LPPH, Ustadz Masykur Suyuti, Lc., hadir langsung untuk membuka acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, terutama nikmat bisa hadir bersama menyaksikan proses akhir dari perjalanan pendidikan dasar para siswi.

Ia juga menggarisbawahi bahwa menyelesaikan jenjang Ibtidaiyyah bukanlah perkara mudah. Di balik kelulusan ini ada kerja keras, semangat, dan ketekunan yang terus diupayakan.

Ustadz Masykur juga memberikan pesan penting kepada para lulusan.

Menurutnya, keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan pijakan awal untuk melanjutkan perjalanan ke jenjang berikutnya.

Ia berharap para siswi tetap menjaga akhlak dan adab yang telah ditanamkan selama belajar di MI. Ia mengingatkan agar para lulusan tetap menghormati guru-gurunya dan tidak melupakan tempat yang telah membentuk karakter mereka.

MI RM Putri Terus Berkontribusi

Lebih dari sekedar acara pelepasan, Tasyakuran dan Rihlah ini menjadi bukti nyata bahwa MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putri terus berkontribusi dalam membentuk generasi masa depan.

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga tentang pembentukan jiwa dan karakter. Di sinilah pondasi generasi emas masa depan dibangun, dan dari sinilah cita-cita besar untuk membangun peradaban Islam terus disemai.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi para siswi berprestasi, baik di bidang tahfizh, akademik, maupun non-akademik.

Tidak kalah menarik, penampilan kreatif dari siswi kelas VI turut mewarnai acara, mulai dari permainan tebak lafazh ayat, podcast tiga bahasa, hingga pertunjukan drama yang menghibur sekaligus sarat pesan yang ditampilkan dengan penuh antusias.

Kesan Wali Murid

Kesempatan menyampaikan pesan dan kesan diberikan kepada salah seorang wali murid, Bapak Taufik Abdul Muin, orang tua dari ananda Nazefa Qilbi.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan perhatian dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak, baik dari sisi pengetahuan, spiritualitas, maupun akhlak.

Ia juga menyampaikan harapan agar anak-anak dapat meneladani kesabaran dan ketulusan para guru serta tumbuh menjadi pribadi sholehah, berakhlak baik dan siap mengambil bagian dalam estafet dakwah Islam.

Dengan menjadikan guru sebagai panutan, semangat membangun peradaban Islam akan terus hidup dan tersambung dalam diri para generasi penerus.* (Novita Sari/Media DP3/Media Center Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *