Santri SMH RM Putri Gelar P5RA Bertema Anti-Bullying, Tampilkan Karya Kreatif-Edukatif

Acara Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) SMH RM Putri di Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu 19 Dzulqa’dah 1446 H (17/5/2025).* [Foto: Novita Sari/DP3/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Lapangan utama putri Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu 19 Dzulqa’dah 1446 H (17/5/2025) dipenuhi antusiasme para santri dan penonton.

Hari itu adalah puncak gelaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) yang diselenggarakan oleh SMH Raadhiyatan Mardhiyyah Putri, terdiri dari jenjang MTs, MA, dan program khusus tahfizh Usrah Mujaddidah.

Mengangkat tema “Bangunlah Jiwa Raga”, P5RA semester ini menyoroti isu bullying (perundungan), dengan tujuan membangun kesadaran santri akan pentingnya saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan sosial.

Materi Antiperundungan

Kegiatan P5RA diawali dengan pembelajaran materi perundungan di kelas, diikuti sosialisasi, pembuatan mading informasi, dan penulisan naskah yang dikoreksi langsung oleh para ustadzah.

Puncaknya, seluruh santri tampil dalam berbagai pertunjukan kreatif, mulai dari drama, puisi tiga bahasa, pidato, hingga pertunjukan seni lainnya yang edukatif. Seluruhnya mengangkat pesan Anti-Bullying.

Menariknya, setiap angkatan berperan aktif dengan menampilkan minimal satu karya dalam pertunjukan.

Para santri tidak hanya tampil di atas panggung. Akan tetapi juga terlibat penuh dalam proses kreatif. Mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, pengaturan dekorasi dan perlengkapan (yang disebut sebagai tim perlengkapan panggung), hingga pengolahan musik.

Seluruh proses itu menjadi sarana pembelajaran praktik kerja tim, organisasi, dan kepemimpinan sejak dini.

P5RA tahun ini disaksikan tidak hanya oleh santri SMH sendiri, tetapi juga oleh santri dari MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putri. Untuk menambah semarak dan menjadikan acara ini terasa seperti pementasan berskala besar, panitia menyelenggarakan sistem tiket masuk seharga Rp2.000.

Antusiasme pun luar biasa terlihat dari ramainya antrian penonton yang menunggu giliran masuk dan bersemangat menyaksikan penampilan kakak-kakak mereka di atas panggung.

Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan tidak hanya memahami bahwa perundungan adalah tindakan yang salah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, kreatif, dan siap membawa perubahan positif dilingkungannya.

Tahun Lalu & Tahun Depan

Semester sebelumnya, P5RA mengangkat tema lingkungan dengan kegiatan seperti pembuatan pupuk kompos dan biopori (untuk jenjang MA) serta pengelolaan sampah anorganik (untuk MTs).

Sementara itu, tema P5RA tahun depan direncanakan berfokus pada konservasi air, seperti pemanfaatan air hujan atau air sumur untuk penyiraman taman sekolah.* (Novita Sari/Media DP3/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *