Pendiri Hidayatullah Ajak Para Kader Saling Mendoakan, Memaafkan, Jaga Silaturahim
“Dulu belum ada apa-apa, kami dulu, tidak pernah berbicara fasilitas dan hal-hal yang bersifat keduniaan”
Membangun Miniatur Peradaban Islam


“Dulu belum ada apa-apa, kami dulu, tidak pernah berbicara fasilitas dan hal-hal yang bersifat keduniaan”
“Ke Balikpapan membeli dasi, belinya di toko Pak Abdullah. Mari kita sukseskan kaderisasi, melalui Pandu dan juga Sako Hidayatullah.”
“Di sini kita bukan hanya duduk di ruang perkuliahan sambil mendengarkan dosen menerangkan materi mata kuliah yang diampunya setiap hari.”
“Kalau (ada teman) mau jalan aku yang sibuk, bagaimana transportasinya dan akomodasinya serta keperluan yang lain. Pokoknya urus kalau ada orang yang perlu diurus. Berikan apa yang bisa diberikan untuk melayani dakwah ini”
“Harapannya masjid ini semakin makmur, pembangunan terus berlanjut karena masih banyak yang belum diselesaikan. Mudah-mudahan semakin banyak hamba-hamba Allah yang tergerak hatinya untuk memakmurkan masjid ini”
“Kalau santri menghafal al-Qur’an, misalnya, maka jadi penghafal terbaik nomor satu, karena dia menghafal untuk Allah”
Ada juga mahasiswa yang sibuk menjelaskan alur cerita film kepada teman dan adik kelas di sebelahnya.
“Bersyukurlah karena kalian belajar di sini. Dibimbing oleh para guru yang mengarahkan kalian, menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Jangan lupa untuk mencintai Tanah Air negeri ini, ” pesan Iptu Djoko Sunarto
“Jika kita mencintai negeri ini, apa yang harus kita lakukan? Tentu kita harus memberikan yang terbaik. Maka penting bagi kita untuk memperbaiki niat dalam belajar”
Menariknya, detik-detik menjelang pengibaran Bendera Merah Putih, tampak pelangi “menyertai” hingga upacara berakhir
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments