Ust Baharun Musaddad: Baca al-Qur’an dengan Benar, Jangan Tergesa-gesa
“Kenapa? Kalau (mengejar) target khatam berkali-kali, yang terjadi akan mengejar-ngejar (target saja) dan (hukum-hukum bacaan) ditabrak”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Kenapa? Kalau (mengejar) target khatam berkali-kali, yang terjadi akan mengejar-ngejar (target saja) dan (hukum-hukum bacaan) ditabrak”
“Jadwal harian santri dimulai pukul 02.00 dinihari. Seluruh santri dibangunkan untuk melaksanakan qiyamul lail berjamaah, yang dilanjutkan dengan halaqah Qur’an selama 30 menit. Setelah sahur dan shalat subuh, pantang untuk santri tidur kembali, melainkan berhalaqah selama satu jam”
Menyadari bahwa betapa manusia jika semasa sehatnya punya bibit kebaikan, maka walaupun akhirnya Allah takdirkan ia menderita gangguan jiwa, kebiasaan itu seringkali tetap ia lakukan. Sebab bibit dan habit kebaikan itu telah mengakar dalam dirinya.
“Keyakinan itu terperagakan, terwujud. Yang kelihatan itu adalah peradaban. Tetapi yang ada dalam jiwa adalah keyakinan”
“Saya berharap saya bisa menjadi lebih shaleh lagi, dengan ini bisa memperbanyak hafalan, dan memantapkan lagi bacaan Al-Qur’an”
“Alhamdulillah, antusias dari daerah luar biasa menyambut program-program khidmah Ramdhaniyah ini. Jangkauannya dari Kalimantan hingga Sulawesi dan Papua”
“MasyaAllah, Asyirah ini kompak mengecat pot bunga, ada ikon Asyirahnya juga, tapi sayang ada rumah yang tidak membersihkan paritnya, mengurangi nilai”
Ada juga, “Peringatan! Jaga bapak kalian, jangan sampai ngerokok siang-siang,” yang dibubuhi tanda “warning” berwarna kuning.
“Jadi masing-masing satu juz setiap malam. Kalau jamaah rutin mengikuti keduanya, berarti bisa mengkhatamkan menyimak al-Qur’an sebanyak dua juz setiap malam”
“Jangan sampai,” pesannya, “kita bertemu Ramadhan kita justru menghabiskan waktunya untuk tidur dan berleha-leha.”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments