KH Abdurrahman Muhammad Tekankan Jaga Semangat Ber-Ramadhan
“(Kalau ada niat sungguh-sungguh) bangun jam 12 malam, shalat tahajjud, sampai Shubuh ini saya tidak merasakan mengantuk”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“(Kalau ada niat sungguh-sungguh) bangun jam 12 malam, shalat tahajjud, sampai Shubuh ini saya tidak merasakan mengantuk”
“Jadi untuk pembelajaran di bulan Ramadhan ini kita fasilitasi khusus untuk yang online. Setiap hari Ahad pagi, yang online kita buka pembelajaran melalui google meet”
“Ini Pak Sudding, kerjanya ngelap-ngelap masjid, ngepel, membersihkan masjid tiap waktu,” ucapnya sambil menangis penuh haru.
“Karena mereka masih santri MI (SD) ya, jadi kalau waktu shalat lail itu ada yang tertidur”
Tentu di waktu subuh kita sudah berinfaq, siang ini kita berinfaq lagi. Sesungguhnya saudara-saudara kita di Palestina sangat membutuhkan infaq kita”
“Bukan hanya melihat saudara kita seperti ini, tapi juga karena indikator keimanan, karena kita umat Islam ini masih bersaudara dan mereka masih di bawah penindasan Zionis”
“Saudara-saudara kita di Palestina, kuat imannya, kuat fisiknya, namun mereka tidak bisa menikmati itu karena dalam keadaan tekanan”
Panitia membatasi jumlah peserta iktikaf di Masjid Ar-Riyadh. Kuota ikhwan 100 peserta, akhwat 20 peserta (dalam konfirmasi).
Ustadz Anwari Hambali pun mengajak para jamaah untuk merefleksikan kembali tugas dan tanggung jawab sebagai manusia.
“Alhamdulillah, kami hanya bisa mengucapkan syukur kepada Allah dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Bersama al-Qur’an teruslah berprestasi!”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments