Tamparan Keras Usai Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Oleh: Abdus Syakur*
Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- KALAU kuingat-ingat kejadian itu, rasanya malu banget. Dalam hati saya sempat bertanya, “Kok bisa begini, ya? Seperti bukan orang beriman.” 😥
Senin malam (5/10/2026). Layar kecil HP di atas tripod masih menampilkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand.
Indonesia sempat unggul lewat Dean James menit ke-84, tetapi tiga menit kemudian Thailand menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron.
Pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Pada menit ke-111, gawang Indonesia kembali bobol. Peeradol Chamratsamee membawa Thailand unggul 2-1.
Jutaan rakyat Indonesia mungkin terdiam. Pun aku. Lemas. Kesal. Dongkol. Ekspektasi tinggi terhadap Garuda ambyar seketika.
“Dah lah, tidur aja!” batinku.
HP tetap kubiarkan menyala di atas tripod. Aku berbaring agak menjauh sambil menggerutu.
“Kok bisa gitu sih back (pemain belakang)-nya? Lengah. Kenapa nggak dijaga itu Iklas…”
Mau tidur, tapi tidak tenang juga. Rasa kesal dan kecewa bercampur menjadi satu.
Sementara anakku masih antusias menyaksikan pertandingan. Tidak tampak sedikit pun wajah menyerah. Bahkan ia berkata pelan:
“Masih bisa ini, Bi!”
Jleb!
Anak kelas 5 MI RM Putra itu ternyata masih percaya Indonesia belum selesai, meskipun pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir.
Tapi aku kadung dongkol. Nyaris patah hati seperti bujang ditolak lamarannya. 😅
Aku mencoba tidur. Gak bisa juga. Akhirnya pertandingan kuikuti lewat suara siaran langsung.
Tiba-tiba intonasi komentator meninggi. Lalu terdengar teriakan anakku:
“Bi! Gol, Bi! Indonesia golin!”
Aku langsung bangkit.
Siaran ulang memperlihatkan Elkan Baggott mencetak gol pada menit ke-116.
2-2!
Allahu Akbar!
Yang tadinya dongkol, seketika berubah menjadi gembira.
“Alhamdulillah! Alhamdulillah! Alhamdulillah!”
Aku kembali duduk dan membersamai anakku hingga pertandingan tuntas.
Setelah 120 menit berakhir 2-2, Indonesia akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 4-2.
Indonesia juara! 🇮🇩🏆
Namun, kemenangan itu bukan akhir tulisan pendek ini. Justru setelah pertandingan selesai, kejadian malam itu terus merasuki pikiranku.
Mengapa aku bisa sebegitu pesimistis? Padahal pertandingan belum berakhir.
Masih ada waktu. Masih ada kemungkinan.
Bahkan Indonesia sebelumnya sudah menunjukkan hal serupa saat menghadapi Bangladesh. Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Garuda masih mampu mencetak gol demi gol hingga akhirnya menang telak 9-2.
Malam itu aku kembali berpikir:
Bukankah kehidupan juga seperti pertandingan sepak bola?
Kita sering terlalu cepat menyimpulkan bahwa semuanya telah berakhir hanya karena keadaan sedang tidak sesuai harapan.
Padahal, selama “peluit akhir” belum berbunyi, masih ada kemungkinan yang tidak pernah kita bayangkan.
Bola itu bundar. Dan kehidupan jauh lebih luas daripada lapangan sepak bola.
Siapa menyangka Indonesia yang tertinggal 2-1 pada menit ke-111 bisa menyamakan kedudukan hanya lima menit kemudian?
Saya teringat firman Allah:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Mentadabburi ayat itu, diriku serasa tertampar keras. Aku hanya seorang suporter. Rakyat biasa. Bukan pemain timnas, bukan official, bukan pengurus PSSI. Tapi kok berani-beraninya aku pesimistis?
Astaghfirullah.
Malam itu aku belajar: tugas kita adalah berusaha, berdoa dan bertawakal. Bukan memutuskan sendiri bahwa semuanya telah berakhir.
Betapa sering kita menyerah hanya karena melihat keadaan sesaat. Padahal Allah mampu mengubah keadaan dalam hitungan menit.
Dan malam itu, kalimat sederhana anakku kembali terngiang:
“Masih bisa ini, Bi!”
Mungkin bukan hanya untuk pertandingan.
Tapi juga untuk kehidupan. Selama pertandingan belum berakhir, jangan menyerah.
Dan selama hidup masih berjalan…
jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.
Alhamdulillah, Indonesia juara. 🇮🇩
Tapi malam itu, rasanya saya juga mendapat kemenangan kecil: kemenangan melawan pesimisme dalam diri sendiri.
Maafkan diriku, Timnas Indonesia.
Dan terima kasih, Garuda. 🇮🇩🤲
- Penulis adalah penghobi sepakbola di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak
Recent Comments