Santri Mirama Putra Siap Tampil di Kejuaraan Pencak Silat IPSI Balikpapan 2026

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat— Sekitar tujuh orang santri akan membawa nama MI Raadhiyatan Mardhiyyah (MIRAMA) Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat IPSI Kota Balikpapan Antarperguruan Tahun 2026, yang insya Allah digelar mulai Kamis (15/10/2026) di Kampus Politeknik Negeri Balikpapan (POLTEKBA).

Ketujuh santri tersebut akan turun dalam kategori pertandingan yang berbeda, menyesuaikan dengan kelompok umur dan kelas berat masing-masing.

Perbedaan kategori ini membuat setiap santri memiliki tantangan tersendiri saat memasuki gelanggang.

Bagi para santri, kejuaraan ini bukan sekadar ajang untuk mencari juara. Pertandingan menjadi kesempatan untuk menguji hasil latihan, membangun keberanian, sekaligus belajar menghadapi lawan dalam suasana kompetisi yang sebenarnya.

Optimistis

Ustadz Fauzan selaku penanggung jawab Pencak Silat Tapak Suci Mirama Putra mengaku optimistis dengan kesiapan para santri pada event gelaran Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Balikpapan itu.

Ia melihat semangat latihan dan keberanian anak-anak menjadi modal penting sebelum menghadapi pertandingan.

“Insya Allah kita optimis. Anak-anak sudah latihan dan semangatnya juga bagus. Nanti tinggal bagaimana mereka bisa fokus di pertandingan. Jangan terlalu tegang, santai saja, keluarkan kemampuan yang sudah dilatih,” ujar Ustadz Fauzan saat dijumpai di kompleks gedung Mirama Putra, Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Selasa (6/10/2026).

Ada Target, tapi…

Menurutnya, target untuk meraih juara tentu ada. Namun, ia tidak ingin para santri terbebani dengan hasil sehingga justru kehilangan fokus ketika bertanding.

“Kalau ditanya target, ya pasti kita berharap juara. Tapi yang paling penting anak-anak berani dulu, percaya diri, dan tampil maksimal. Menang atau kalah nanti, yang penting mereka sudah berusaha memberikan yang terbaik,” tambahnya.

7 Santri, 7 Perjuangan

Dengan kategori yang berbeda berdasarkan usia dan berat badan, setiap santri memiliki perjalanan masing-masing menuju pertandingan. Ada yang masih harus membangun keberanian, ada pula yang mulai terbiasa dengan suasana kompetisi.

Latihan yang dijalani bukan hanya soal gerakan dan teknik. Para santri juga belajar menjaga disiplin, mendengarkan arahan pelatih, mengatur kondisi tubuh, serta mempersiapkan mental agar tetap tenang ketika berada di atas gelanggang.

Bagi guru dan orang tua, persiapan menuju pertandingan ini juga menjadi momen untuk memberikan dukungan dari belakang.

Mereka menyadari bahwa keberanian seorang anak untuk bertanding tidak lahir begitu saja, tetapi tumbuh dari dorongan orang-orang yang terus memberikan semangat.

Mohon Dukungan

Oleh karena itu, para guru dan orang tua ananda santri turut memohon doa kepada keluarga besar dan seluruh pihak agar perjuangan tujuh santri Mirama Putra diberi kelancaran.

“Kami mohon doa dari para guru, orang tua, dan semuanya untuk anak-anak yang akan bertanding. Semoga mereka diberi kesehatan, kelancaran, keberanian, dan bisa menjaga sportivitas. Mudah-mudahan apa yang merekaperjuangkan membuahkan hasil yang baik,” harap Ustadz Fauzan.

Doa tersebut menjadi bekal yang tidak kalah penting dari latihan fisik. Sebab di balik setiap santri yang berdiri di atas gelanggang, ada guru yang mendampingi, orang tua yang menunggu kabar, dan keluarga yang berharap agar anak mereka mampu memberikan yang terbaik.* (Abana/Media Mirama Putra/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *