Spirit Kebangsaan ISCH III Pramuka Hidayatullah dari Bendera Merah Putih Raksasa

Pembentangan bendera Merah Putih 1.000 meter persegi di Lapangan Aglasra Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat (22/8/2025).* [Foto: Azzam/Media ISCH/Hidayatullah Jogja]

Ummulqurahidayatullah.id– Semangat berkebangsaan dan bernegara bagi Hidayatullah tak perlu diragukan lagi. Hal ini antara lain terbukti pada momen Perkemahan Nasional Pramuka Islam III Hidayatullah (The 3rd National Islamic Scout Camp of Hidayatullah) baru-baru ini.

Pada ISCH Jambore Nasional itu, momen istimewa tercipta dengan dua kali terbentangnya bendera kebangsaan Merah Putih berukuran raksasa di arena ISCH III, bumi perkemahan Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bendera berukuran seribu meter persegi tersebut diarak oleh ratusan santri pramuka Hidayatullah tingkat Penggalang di lapangan Aglasra, Hidayatullah Gunung Tembak.

Diringi lagu “Indonesia Raya” yang dinyanyikan secara bersama-sama, para santri putra peserta Jamnas lalu mengarak bendera ukuran raksasa itu di tengah lapangan.

“Allahu Akbar. Merdekaa!” teriak santri penuh semangat, Jumat siang (22/8/2025).

Selain di area putra, pembentangan bendera raksasa tersebut juga dilakukan di lapangan putri oleh peserta ISCH III putri, Sabtu (23/8/2025) sore. Turut hadir pada momen ini Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad beserta pengurus Pinsakonas Sako Pramuka Hidayatullah.

Tidak Main-main

Dikatakan Kak Pri, anggota Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Sako Pramuka Hidayatullah, Islamic Scout Camp of Hidayatullah (ISCH) III ini adalah satu pertaruhan yang luar biasa.

“Silaturahim akbar yang kita lakukan, semua seperti main-main. Tapi orang dewasa mengerjakan tidak dengan main-main,” ucapnya dengan nada sedikit filosofis.

Kegiatan ISCH ini dikatakan satu bentuk manifestasi nyata Hidayatullah dalam berkomitmen kepada bangsa dan negara Indonesia.

“Ini bukan hanya sekadar (perkemahan biasa). Tapi (tahun) 2045 pertaruhannya, merekalah yang akan memimpin bangsa Indonesia,” lanjutnya penuh semangat berapi-api.

Menurut Kak Pri yang pernah diamanahi di kepengurusan Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Indonesia, seluruh stake holder Hidayatullah hingga Pendiri dan Pembina Hidayatullah telah menyepakati falsafah dasar dan landasan bangsa sebagai jati diri yang tak bisa ditawar.

Tinggal bagaimana bersungguh-sungguh menyiapkan generasi emas yang akan mengisi kemerdekaan dan melanjutkan pembangunan bangsa tercinta ini.

Songsong Generasi Emas

Lebih jauh, peristiwa pengibaran bendera raksasa sebelumnya di puncak pioneering tertinggi di dunia adalah wujud manifestasi kecintaan terhadap Merah Putih.

“Ini satu bentuk (manifestasi), kibaran bendera atau berkibarnya bendera rekor dunia yang belum dapat digeser oleh siapapun dan akan kami pertahankan sebagai bentuk manifestasi kekuatan adik-adik menyongsong generasi emas Indonesia,” ungkap Kak Pri masih penuh semangat.

Hal itu disebutnya sebagai sejarah SAR Hidayatullah, sejarah Sako Hidayatullah, sekaligus sejarah Pandu Hidayatullah.

“Belum ada Pramuka di dunia yang mengalahkan. Rekor dunianya ada di Sako Pramuka Hidayatullah,” ucapnya diakhiri pekikan takbir tiga kali yang disambut teriakan yang sama dari peserta Jamnas.

Pembentangan bendera Merah Putih 1.000 meter persegi di Lapangan SMH RM Putri, Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu (23/8/2025) sore.* [Foto: Azzam/Media ISCH/Hidayatullah Jogja]

Rekor Dunia

Sebagai informasi, santri-santri Hidayatullah yang bergabung dalam tim penyelematan dan pencarian (SAR) Hidayatullah berhasil memecahkan rekor dunia sebagai “The Largest Flag Flown In A Flag Bamboo Pole” atau “Bendera Terbesar yang Dikibarkan dengan Tiang Bambu”.

Dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, tim SAR Hidayatullah berhasil mengibarkan bendera seribu meter (persegi) di atas pioneering bambu setinggi 67 meter atau di atas menara bambu tertinggi di dunia, pada Selasa (21/5/2013) silam.* (Abu Jaulah/Media ISCH III/@Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *