“Ngapain Masuk Pesantren Hidayatullah?”
“Nakalnya itu ya berenang di empang, tidak masuk sekolah. Apalagi memang waku itu tidak ada (bangunan) sekolah…”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Nakalnya itu ya berenang di empang, tidak masuk sekolah. Apalagi memang waku itu tidak ada (bangunan) sekolah…”
“Kita saling mengundang anggota halaqah melalui media sosial”
“Selamat mengikuti Silatnas dengan membawa buku minimal 1 eksemplar setiap orang!” imbaunya.
Motivasi terbesar jamaah, anggota, dan kader Hidayatullah dari seluruh pelosok Indonesia untuk berbondong – bondong hadir di Kampus Induk Hidayatullah Ummul Qura Gunung Tembak mayoritas didorong oleh keinginan untuk silaturrahim.
“Saya bilang sama beliau (Ketua Umum DPP Hidayatullah), bilang sama bendahara lelang itu (Pembangunan Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak) di wilayah, semuanya harus bergerak”
Pemimpin Umum Hidayatullah mengimbau dilakukan mempercepat pembangunan Perpustakaan di Masjid Ar-Riyadh
“Be real! Wujudkan sekuat tenaga dan semampu usaha. Kalau perlu tulis dimana-mana sebagai bentuk penyemangat diri”
“Lalu apa tugas ‘kesantrian’ (keduanya)? Beribadah kepada Allah di Ka’bah.”
Warga Hidayatullah khususnya di Gunung Tembak, pesan Pemimpin Umum, harus bisa memaknai Silaturahim Syawal yang rutin digelar di Gunung Tembak bakda Ramadhan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemimpin Umum Hidayatullah mengingatkan segenap warga Hidayatullah akan sunnah puasa Syawwal.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments