Muharram 1448H, Ketua YPPH Dr Arfan Ajak Muslimat Hidayatullah Jaga Estafet Kebaikan

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Dalam rangkaian Semarak Muharram 1448 H, sebanyak 33 halaqah ummahat di bawah naungan Departemen Perkaderan Muslimat Hidayatullah Balikpapan mengikuti Halaqah Gabungan Ummahat yang diselenggarakan di Aula Prasmanan, Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim.

Kegiatan pada Selasa, 1 Muharram 1448 Hijriyah (16/6/2026) ini menghadirkan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Ustadz Dr. Arfan, M.Pd. sebagai pemateri.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Arfan menegaskan bahwa Muharram sejatinya hanyalah sebuah momentum. Yang lebih penting adalah bagaimana umat Islam menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh para pendahulu dan terus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat inilah yang menjadi benang merah dalam rangkaian Semarak Muharram tahun ini.

Jaga Nilai

Ustadz Arfan mengawali materi dengan kaidah: Al akhdzu bil qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik).

Menurutnya, keberlangsungan sebuah perjuangan sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga nilai-nilai yang telah menjadi fondasi, sekaligus mengembangkannya agar tetap relevan dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Ustadz Arfan juga mengingatkan pentingnya memahami kehidupan berjamaah.

Mengutip konsep kal jasadil wahid (seperti satu tubuh), ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran yang saling melengkapi.

Keberhasilan dakwah dan pembinaan umat tidak dapat dibangun dengan pola one man show, tetapi melalui kontribusi bersama dalam satu visi dan tujuan yang sama.

Jaga Qiyamullail

Dalam halaqah tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun budaya dan sistem yang mampu menjaga keberlangsungan amal. Mengingat iman memiliki sifat naik dan turun, maka berbagai program kebaikan perlu ditopang oleh mekanisme yang dapat menjaga konsistensinya.

Sebagai contoh, Ustadz Arfan menyinggung penguatan budaya qiyamullail melalui pembagian jadwal yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan Hidayatullah.

Dengan demikian, semangat ibadah tidak hanya bergantung pada individu tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang terus dijaga dan diwariskan.

Halaqah gabungan ini menjadi salah satu rangkaian Semarak Muharram yang tidak hanya menghadirkan suasana syiar dan kebersamaan, tetapi juga memperkuat pembinaan dan penguatan nilai.

Melalui kegiatan ini, para ummahat diajak mengambil peran dalam menjaga estafet kebaikan, sehingga nilai-nilai perjuangan yang telah dirintis dapat terus hidup, berkembang, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.* (Ema/@Uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *