Naspi Arsyad Bicara Soal Hukum, Debat Kandidat Wakil Rakyat Kaltim
“Tentu saja kalimat ini tidak bisa ditolak dan tidak bisa diterima seratus persen. Masalah hukum adalah masalah kita semua, bagaimana meletakkan supremasi hukum”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Tentu saja kalimat ini tidak bisa ditolak dan tidak bisa diterima seratus persen. Masalah hukum adalah masalah kita semua, bagaimana meletakkan supremasi hukum”
Selain itu, Naspi Arsyad juga tercatat sebagai anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swastaa Balikpapan (APTISI) dan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan serta Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah.
“Semua komunikasi dibangun untuk agenda dakwah dan maslahat keumatan lebih besar”
“Kami menanam 10 ribu bibit pohon di lahan pesantren seluas 10 hektare persegi. Nantinya tidak hanya pesantren, tapi juga akan ke sekolah-sekolah bahkan menyasar emak-emak”
“Apa yang memang kita bisa berikan, yang penting kita disampaikan, insya Allah kita perjuangkan bersama-sama,” ujar senator Komisi V ini.
“Jadi itu pengalaman. Makanya jangan stagnan ini pengurus. Jangan. Di sini-sini saja terus. Paling-paling ke kantor DPRD, ke (kantor) Wali Kota. Ke Singapura (sana). Pergi lihat ke perguruan tinggi besar. Mau bikin besar tapi ecek-ecek. Aih tidak masuk akal saya”
“Kami 52 persen itu kawasan kita itu kawasan hutan, yang memang kita jaga. (Selebihnya) 48 persen itu kawasan permukiman dan penduduk”
“Berbicara politik atau siyasah itu adalah persoalan besar dalam Islam.”
“Keunggulan akademik ini banyak tapi kita harus tonjolkan yang relevan dengan pesantren. Tahfizh (al-Qur’an) misalnya. Bukan itu saja, pesantren juga identik dengan bahasa (asing)”
“Semoga Pondok Pesantren Ahlus Shuffah tentunya mendatangkan manfaat”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments