Naspi Arsyad Bicara Soal Hukum, Debat Kandidat Wakil Rakyat Kaltim

Ustadz Naspi Arsyad, calon anggota DPD RI dapil Kaltim pada acara Debat Kandidat Wakil Rakyat yang digelar APTISI Wilayah XI-B Kaltim Komisariat Selatan dan Forsiladi Kaltim, Jumat, 7 Rajab 1445 H (19/1/2024). [Foto: SA/Puskomjar/Universitas Mulia]

Ummulqurahidayatullah.id– Isu penegakan hukum yang lebih tegas dan adil kembali kompak disuarakan oleh sejumlah kandidat anggota dewan alias calon wakil rakyat Kalimantan Timur.

Hal itu terungkap dalam acara Debat Kandidat Wakil Rakyat, Pilpres 2024 dan Suara Kaltim, yang diadakan di Auditorium Ceng Ho, Universitas Mulia, Balikpapan, Kaltim, beberapa waktu lalu.

Tak kecuali, Ustadz Naspi Arsyad (NA), yang hadir sebagai calon senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Kaltim. Dalam orasinya, NA juga menyorot persoalan penegakan hukum.

“Secara faktual, kita yang menegakkan dan kita juga yang membuat susah untuk tegak hukum itu,” ucap NA yang juga pernah diamanahi Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, periode lalu ini.

Menurut NA, akibatnya mucul anggapan, bahwa penegakan hukum harus dimulai dari kepalanya. Ibarat seekor ikan yang seringkali mengalami busuk dari kepalanya lebih dahulu.

“Tentu saja kalimat ini tidak bisa ditolak dan tidak bisa diterima seratus persen. Masalah hukum adalah masalah kita semua, bagaimana meletakkan supremasi hukum,” lanjutnya, Jumat, 7 Rajab 1445 H (19/1/2024).

Untuk itu, ada beberapa langkah menurut NA yang perlu segera dilakukan demi penegakan hukum di masyarakat.

“Pertama, melakukan edukasi secara khusus kepada masyarakat. Kedua, pengawalan terhadap hukum itu sendiri,” terangnya singkat.

“Tidak bisa dipungkiri kadang-kadang yang seharusnya mengawal hukum justru dia yang harus dikawal, nah inilah harus dibuat lagi aturan yang lebih ketat,” ucap dai Hidayatullah ini.

Harapannya, ketika pihak yang seharusnya melakukan pengawalan hukum namun justru dia yang melanggar, maka hukumannya dibuat berbeda. Sehingga efek jeranya juga lebih besar dibandingkan dengan masyarakat sipil yang melakukan pelanggaran yang sama.

Untuk diketahui, selain dipadati oleh ratusan mahasiswa dan pengunjung, acara Debat Kandidat tersebut, juga dihadiri oleh beberapa politisi dan akademisi. Di antaranya, M. Rizal Efendi (Tokoh Balikpapan), Hetifah Sjaifudian (Anggota DPR RI), Prof. Dr. Muhammad Muhdar, SH., M.Hum. Prof. Dr. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. dan Prof. Dr. Suhartono, SE.,M.M.

“Kita itu ingin mengenal wakil-wakil kita ke depan itu sebenarnya punya visi misi apa ke depan, punya pandangan apa terhadap Kaltim. Jadi tak kenal maka tak sayang,” ucap Dr. Agung Sakti Pribadi, Rektor Universitas Mulia, seperti dilansir dari laman Tribun Kaltim online.* (Abu Jaulah/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *