Dai Mahasiswa STIS Hidayatullah Harus Seberangi Sungai Berbuaya untuk Mengajar Ngaji
“Menakutkan tapi juga seru. Itulah yang dirasakan oleh Mulyadi dalam dakwahnya”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Menakutkan tapi juga seru. Itulah yang dirasakan oleh Mulyadi dalam dakwahnya”
“Kita punya visi hidup yang sama, itulah ikatan paling kuat dari para alumni”
“Kami berharap program ini dapat membawa perubahan besar bagi generasi muda Kaltim, agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional dan global”
“STIS sejak 2004 hingga 2025 telah meluluskan 18 angkatan. Ini merupakan potensi besar untuk kolaborasi dan sinergi antara kampus dan alumni…”
Ummulqurahidayatullah.id– Pada Ahad, 14 Syawal 1446 H (13/4/2025), Ikatan Alumni STIS Hidayatullah (IAS-HIDA) menggelar kegiatan silaturahim Syawal antar alumni STIS atau disebut Sapa Alumni. Mengusung tema “Merajut Kembali Ikatan, Menguatkan Jalan Perjuangan”, acara ini diadakan secara hybrid (daring dan luring) di Ruang Rapat Utama Gedung WKP, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara kampus STIS dan para alumninya yang kini tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Turut hadir sejumlah dosen senior, termasuk para Ketua STIS Hidayatullah dari berbagai periode, yang menjadi narasumber dalam sesi utama kegiatan. Rangkaian kegiatan Sapa Alumni dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diisi dengan sambutan-sambutan yang diwakili oleh Ketua Umum IAS-HIDA periode 2023–2028, Ustadz Nasikin, S.H., M.E.. Lalu sambutan Ketua STIS Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Muh. Zaim Azhar, Lc.,M.H. Dalam sambutannya, Ustadz Zaim menyampaikan rasa...
Ummulqurahidayatullah.id | GEMA takbir bersahut-sahutan memenuhi langit Gunung Tembak, Balikpapan, pertanda hari kemenangan tiba. Hilal telah tampak, menandakan bahwa bulan Ramadhan 1446 H telah berakhir. Namun, di balik sukacita menyambut Idul Fitri, ada rindu yang kami tahan, ada air mata yang kami sembunyikan. Kami, anak-anak rantau yang memilih untuk tidak mudik alias pulkam (pulang kampung), mencoba menghidupkan suasana Ramadhan dan Idul Fitri di Masjid Nurul Mukhlisin, masjid khusus putri. Aku memperhatikan satu per satu wajah teman-temanku. Senyum tetap terbit di bibir mereka, tetapi aku tahu, di dalam hati, ada kerinduan yang menggebu. Rindu rumah, rindu keluarga, rindu kebersamaan di meja makan saat sahur dan berbuka. Di tengah obrolan ringan, salah seorang teman bertanya kepadaku. “Kamu nggak pulang, Si?” “Nggak,” jawabku singkat. “Yah, kamu nggak birrul walidain dong?” lanjutnya, seakan-akan menganggap kepulangan adalah satu-satunya bentuk...
“Soalnya kan, imam, jadi gak mungkin bisa ngantuk”
Segala sesuatu ada masanya. Saat masih menjadi mahasiswa, adalah masanya untuk menerima ilmu dan pembelajaran. Namun ketika sudah lulus, tibalah masanya untuk memberi.
“Kalau aku yakin saja. Aku prioritaskan Al-Qur’an, dunia mah ngikut….”
“Jangan lupa untuk terus memuraja’ah hafalan Al-Qur’an yang telah dihafal. Ini yang paling penting dari urgensi kegiatan ini”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments