Dai Mahasiswa STIS Hidayatullah Harus Seberangi Sungai Berbuaya untuk Mengajar Ngaji

Dosen STIS Hidayatullah melakukan monev Praktik Kerja Dakwah di Kab. Paser (26/4/2025).* [Foto: Abana/STIS]

Ummulqurahidayatullah.id– Mahasiswa STIS Hidayatullah harus menyeberangi sungai penuh buaya untuk mengajar anak-anak membaca al-Quran.

Ini salah satu kisah yang dituturkan mahasiswa STIS Hidayatullah peserta Praktik Kerja Dakwah saat tim Monev STIS Hidayatullah berkunjung ke DPC Hidayatullah Kab. Paser, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

“Ada satu santri yang rumahnya di seberang sungai berusaha untuk belajar al-Qur’an dan untuk mendapatkan itu ia harus menyeberangi sungai dengan perahu,” tutur Ustadz Abdurrohim, salah seorang pengajar di rumah Qur’an di Desa Suliliran, Kec. Paser Belekong (26/4/2025).

Menurutnya, adalah hal biasa bagi anak-anak atau santri menyeberangi sungai dengan perahu.

“Di sini anak-anak memang sudah biasa nyeberang begitu,” tambahnya.

Selain anak-anak rumah Qur’an, tantangan itu juga harus dilalui oleh mahasiswa yang bertugas menjadi pengajar di daerah itu.

Takut Tapi Asyik

Mulyadi, ketua rombongan PKD STIS di tempat itu, sudah kerap kali bolak-balik menyeberangi sungai untuk mengajar anak-anak dan masyarakat sekitar.

“Mana Bang Mulyadi?” tanya salah seorang dosen dalam kunjungan tersebut.

“Dia ke seberang, Ustadz, lagi mengajar,” jawab Azis, mahasiswa semester 2, rekan Mulyadi.

“Nyeberang pakai perahu?”

“Iya, Ustadz,” jawab Azis sigap.

“Antum ndak ikut?” tanya sang dosen lagi.

“Sudah kemarin, ustadz, satu kali. Saya ndak berani, bilangnya banyak buaya,” jawab Azis dengan malu-malu.

Menakutkan tapi juga seru. Itulah yang dirasakan oleh Mulyadi dalam dakwahnya.

Selain karena panggilan tugas untuk mengajar anak-anak dan warga, menurutnya hal itu menjadi pengalaman unik sekaligus seru dilakukan. Apalagi dengan statusnya sebagai dai mahasiswa.

“Kalau dibilang takut, takut juga, Ustadz. Tapi enak aja bisa lihat-lihat desa lain, mengajar. Jadi ndak hanya kegiatan-kegiatan di masjid sini aja. Kalau mau berkegiatan di sini lumayan jauh lewat daratan,” tutur Mulyadi pada kesempatan berikutnya.

“Mumpung saya (mahasiswa) masih bisa, gass aja, nanti jadi pengalaman seru kayaknya kalau dicerita-cerita,” tambahnya dengan nada bercanda.* (Abana/STIS/MCU)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *