Pengajian Mushida Serentak di Kota Balikpapan, Giatkan Pembinaan Ummahat

Pengajian Muslimat Hidayatullah secara serentak di Balikpapan, Jumat, 19 Syawal 1446 H (18/4/2025).* [Foto: Itha/Istimewa/Mushida/MCU]

Ummulqurahidayatullah.id– Muslimat Hidayatullah (Mushida) Balikpapan menggelar pengajian atau dikenal dengan “Taklim Jumat” secara serentak di empat titik sekaligus di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, baru-baru ini.

Hal ini sekaligus menandai diaktifkannya kembali secara simultan seluruh rangkaian kegiatan pembinaan para ummahat yang selama ini dikelola secara kolaboratif dengan berbagai instansi dan elemen terkait.

Dilansir dari berbagai sumber, giat dakwah ini berjalan dengan sinergi Muslimat Hidayatullah Balikpapan, Yayasan Dakwah Center (YDC) Ulul Albab Balikpapan, Bidang Pelayanan Umat YPPH Balikpapan, Badan Pengelola Kampus Hidayatullah Karang Bugis Balikpapan, serta Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Luqman Al-Hakim Balikpapan.

“Alhamdulillah, seluruh kegiatan taklim dimulai kembali pada hari Jumat pekan keempat ini. Ini pertemuan perdana di bulan Syawal selepas Ramadhan lalu,” ucap Ustadzah Sholehah, Ketua Muslimat Hidayatullah Balikpapan saat dihubungi oleh Media Center @Ummulqurahidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, secara terpisah (19/4/2025).

Pantauan @Ummulqurahidayatullah, keempat titik dakwah yang dimaksud menyebar mulai dari Pengajian Ummahat di Aula Prasmanan, Kel. Teritip dan juga Pengajian Ummahat di Aula Masjid Al-Amin Hidayatullah di Jl. Sultan Alauddin, Karang Bugis, Kec. Balikpapan Tengah.

Dua titik lainnya dikhususkan untuk kalangan remaja putri yang terdiri dari para siswa sekolah dan juga mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah. Kedua pengajian itu berlokasi di Lantai Utama Masjid Nurul Mukhlisin, Balikpapan Timur dan Aula Masjid Lukman Hakim di bilangan Kampung Timur, Balikpapan Utara.

Pertahankan Spirit Ramadhan 1446 H

Dalam kegiatan pada Jumat, 19 Syawal 1446 H (18/4/2025) itu, Ustadz Masykur Suyuti yang didaulat mengisi di taklim ummahat di Masjid Al-Amin mengingatkan pentingnya sikap istiqamah dalam mempertahankan nilai-nilai ketakwaan yang diraih di bulan Ramadhan 1446 H.

Menurutnya, Ramadhan yang berlalu bukan sekadar cerita nostalgia untuk dirindukan. Tetapi juga sebagai modal awal meraih kesuksesan hidup.

Kuncinya ada dua, lanjut ustadz yang bergabung dalam korps Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) Kalimantan Timur tersebut. Yakni, tekad yang kuat serta kesabaran yang melekat.

“Butuh tekad kuat dan kesabaran sebagai modal sukses hidup orang beriman,” ucapnya sambil mengutip perkataan Az-Zarnuji Rahimahullah, tokoh yang kesohor dengan karangan kitab Taklim Al-Muta’allim.

“Puasa 29 atau 30 hari di bulan Ramadhan, ada yang katakan tidak terasa. Begitu cepatnya atau begitu nikmatnya saat itu. Tapi puasa enam hari di bulan Syawal, rasanya bisa dibayangkan perjuangan tekad dan kesabaran itu,” lanjutnya memberi contoh.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Ustadz Amin Mahmud yang mengisi materinya,” ucap Ustadzah Ummi Salami, salah seorang ummahat sekaligus mengonfirmasi kegiatan yang diikutinya di kampus Gunung Tembak.* (Abu Jaulah/@Ummulqurahidayatullah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *