Cerita Relawan SARHid Bersihkan Kubah Masjid Ar-Riyadh (1): Sangat Luar Biasa, bukan Tingginya, tapi…

Bang Riflan (kanan) dan Ustadz Kosim (kiri), dua relawan dari SAR Hidayatullah Paser, diamanahi membersihkan kubah Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak, Balikpapan. Tampak aksi mereka pada Senin, 21/4/2026 (foto tengah).* [Foto: SKR/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Dua relawan Search and Rescue Hidayatullah (SARHid) diamanahkan membersihkan kubah kembar Masjid Ar-Riyadh Balikpapan, Bang Riflan dan Ustadz Kosim, menyampaikan secuplik ceritanya dalam misi tersebut.

Keduanya meninggalkan Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Ahad (12/4/2026), menuju Gunung Tembak, Balikpapan, lokasi masjid tersebut.

Keesokan harinya, Senin (13/4/2026), pembersihan kubah pun dimulai. Diawali dengan memasang tali pengaman terlebih dahulu.

Tantangan Cuaca

Riflan mengakui adanya tantangan selama menjalani pekerjaan di ketinggian tersebut. Namun rupanya, bagi dia yang menjadi tantangan bukan persoalan teknis di atas kubah. Tapi soal cuaca.

“Tantangannya itu, begitu kita sudah naik kerja (di kubah), tiba-tiba cuaca udah mendung kan, lalu hujan. Kalau mendung-mendung aja itu masih aman. Gak panas juga, kan! Nah, kalau sudah mulai ada petir-petir, gerimis, kita harus segera turun. Bahkan bukan gerimis lagi, tapi deras, terpaksa kita turun,” tuturnya seraya tertawa kecil.

“Tantangannya itu aja sih. Petirnya di sini (Balikpapan) luar biasa,” imbuhnya.

Cerita itu disampaikan langsung kepada kru Ummulqura Creative Production (Uqreat), saat baru saja keduanya selesai membersihkan kubah sisi barat Masjid Ar-Riyadh, Selasa (21/4/2026) pagi menjelang siang.

Bukan Pekerjaan Biasa

Riflan juga mengakui bahwa membersihkan kubah Masjid Ar-Riyadh sesuatu yang istimewa.

“Kalau bagi saya sendiri, ini bukan pekerjaan yang biasa, tapi sangat luar biasa. Bukan luar biasa karena tempatnya tinggi, tapi sisi lain kita diberi kesempatan. Kita jauh-jauh dari Paser untuk membersihkan kubah (Masjid Ar-Riyadh), yang mana kita tahu ini ikonnya Hidayatullah. Jadi, kita diberi kesempatan itu sangat luar biasa,” tuturnya.

Apalagi, ia mengakui, Masjid Ar-Riyadh merupakan tempat ibadah yang setiap hari minimal 5 kali sehari didatangi jamaah untuk shalat fardhu, plus shalat tahajud setiap pagi dinihari. Hal itu menjadi spirit tersendiri yang diakui Riflan.

“Harapannya, semoga (pekerjaan membersihkan kubah masjid ini) terhitung sebagai amal jariyah,” ujar anggota SAR Hidayatullah Kabupaten Paser ini sembari tersenyum.

Ia pun mengakui, kondisi keluarganya di Paser aman terkendali. Ia tak luput berkomunikasi dengan mereka di rumah. “Kondisi aman,” sebutnya didampingi Ustadz Kosim.

Lantas, bagaimana dengan Ustadz Kosim?* Bersambung (SKR/@Uqreat)

Baca juga: Kubah Kembar Masjid Ar-Riyadh Dibersihkan, 2 Relawan Terlatih Didatangkan Khusus dari SAR Hidayatullah Paser

Open Donasi

Sementara itu, Sahabat Ar-Riyadh selaku lembaga sosial yang mendukung operasional Masjid Ar-Riyadh, melakukan penggalangan dana untuk menyukseskan kegiatan pembersihan kubah Masjid Ar-Riyadh.

Bagi siapa saja yang berkenan berpartisipasi, silakan mengirimkan donasinya lewat Sahabat Ar-Riyadh.

“Salurkan infaq terbaik Anda melalui rekening di bawah ini:

BTH : 1040003357
BSI : 8191999003
BRI : 729401015729538
a.n: Sahabat Ar-Riyadh

 Konfirmasi & info: (0895-2657-8957),” demikian dikutip dari informasi resmi Sahabat Ar-Riyadh.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *