Sekolah Orang Tua: Sinergi Doa, Keteladanan, & Dukungan Ayah-Bunda untuk Kesuksesan Anak

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Bidang Pendidikan dan Perkaderan Putri (BP3) YPPH Balikpapan kembali menggelar kegiatan Sekolah Orangtua yang diikuti oleh seluruh guru dan dosen (putra & putri), serta wali santri dari jenjang KB, RA, MI, SMH, hingga STIS.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Sabtu (25/4/2026) malam ini mengangkat tema “Peran Orangtua, Antara Dukungan Materi, Do’a, dan Kesuksesan Anak”.
Hadir sebagai pemateri, Ustadz Hodam Wijaya. Ia menekankan pentingnya peran orangtua sebagai fondasi utama dalam pendidikan anak, terutama dalam menjaga keimanan dan membentuk karakter.
Kegelisahan Iman
Dalam pemaparannya, Ustadz Hodam mengawali dengan mengingatkan firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6 tentang kewajiban menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
Menurutnya, kegelisahan utama orangtua seharusnya bukan sekadar pada capaian duniawi anak, tetapi pada keselamatan iman mereka.
“Kegelisahan para Nabi itu adalah kegelisahan iman. Maka orangtua hari ini harus kembali menata orientasi pendidikan anak, bukan hanya sukses dunia, tapi bagaimana anak selamat dari api neraka. Harus selalu melakukan dialog iman, dengan menyebut Allah dalam dialog dengan anak,” tegasnya.
Kelalaian Orang Tua
Ustadz Hodam Wijaya juga mengutip pandangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah bahwa kerusakan anak kerap bersumber dari kelalaian orangtua.
Lebih lanjut, ia merinci peran mendasar orangtua dalam pendidikan anak:
- Menjaga anak dari api neraka dengan membangun budaya taat, mengajak shalat, menghadirkan majelis ilmu, menjauhkan dari maksiat (i’malu biṭ-ṭha’ah wa ijtanibu al-ma’ṣiyah), serta menghidupkan dzikir (wa’mur ahlaka bidzikrillah);
- Kebaikan anak Allah letakkan pada keshalehan orangtua (wa kaana abuhuma ṣaliḥaa);
- Keshalehan anak harus terus dimohonkan melalui doa, karena anak shalih adalah hidayah Allah;
- Perilaku baik anak tumbuh dari kasih sayang, orangtua hadir sebagai pendengar, pemberi perhatian, dan sumber ketenangan jiwa; dan
- Keberhasilan anak ditentukan oleh keselarasan pola didik rumah dan sekolah agar tidak terjadi konflik loyalitas dan hilangnya integritas anak.
Kehadiran Ayah
Pada sesi tanya jawab, seorang wali santri menanyakan kondisi keluarga single parent tanpa kehadiran ayah.
Menjawab hal tersebut, Ustadz Hodam menegaskan bahwa penjagaan utama tetap pada ketaatan kepada Allah.
Ia menyarankan, perlunya menghadirkan figur pengganti peran ayah seperti paman atau teladan maskulin melalui kisah shahih, serta tetap menjaga citra baik ayah di hati anak, sebagaimana teladan Nabi Ibrahim.
Ia juga mengingatkan agar orangtua tidak meluapkan kekecewaan kepada pasangan di hadapan anak.
Orang tua pun didoronog menguatkan perkembangan anak melalui aktivitas fisik yang membangun karakter.
Sekolah Orang Tua ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara orangtua dan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi Qurani yang unggul dan berdaya saing, sejalan dengan visi pendidikan Hidayatullah.
Dengan terselenggaranya Sekolah Orangtua ini, para wali santri diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan anak sangat ditentukan oleh doa, keteladanan, kasih sayang, dan peran aktif keluarga.* (Mujtahidah/Guru KB-RA/@Uqreat)
Recent Comments