50 Mushaf untuk Pelajar, BMH-GNB Balikpapan Dukung Peningkatan Pembelajaran Al-Qur’an

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Kemudahan akses belajar Al-Qur’an menjadi kunci dalam membentuk generasi yang kuat secara ilmu dan karakter.
Ketika setiap anak memiliki mushaf sendiri, proses belajar tidak lagi terhambat, dan kesempatan untuk berkembang menjadi lebih terbuka.
Kondisi itu kini dirasakan santriwati MI Raadhiyatan Mardhiyyah Putri di Gunung Tembak, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.
Keterbatasan Mushaf
Sebelumnya, keterbatasan mushaf membuat mereka harus bergantian saat belajar. Sebagian bahkan menggunakan mushaf Al-Qur’an yang sudah usang.
Situasi tersebut tentu memengaruhi ritme belajar. Waktu yang seharusnya digunakan untuk membaca dan menghafal, kerap tersita untuk menunggu giliran. Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan semangat para santri dan guru.
Melihat kebutuhan tersebut, BMH berkolaborasi dengan Gerakan Nikmatnya Berbagi (GNB) Balikpapan menyalurkan 50 mushaf Al-Qur’an, Senin (20/4/2026).
Kini, setiap santri dapat belajar dengan lebih leluasa, tanpa harus berbagi.
Kualitas Pembelajaran
Perubahan ini bukan sekadar soal fasilitas. Ia berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Santri bisa lebih fokus, lebih sering berinteraksi dengan Al-Qur’an, dan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperdalam hafalan.
Achmad Rifai, Kadiv Prodaya BMH, menegaskan pentingnya akses tersebut.
“Semoga bantuan ini menjadi wasilah lahirnya generasi Qur’ani yang kuat iman dan akhlaknya,” ujarnya.
Dari langkah sederhana ini, terlihat arah yang lebih besar. Ketika anak-anak dimudahkan dalam belajar Al-Qur’an, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga membangun fondasi berpikir, akhlak, dan kedisiplinan.
Inilah dampak nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Setiap mushaf yang terbuka bukan hanya membantu hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan dengan nilai dan ilmu.* (Herim/@Uqreat)
Recent Comments