Menuju “Khitamuhu Misk” di Kampus Hijau STIS
Segala sesuatu ada masanya. Saat masih menjadi mahasiswa, adalah masanya untuk menerima ilmu dan pembelajaran. Namun ketika sudah lulus, tibalah masanya untuk memberi.
Membangun Miniatur Peradaban Islam
Segala sesuatu ada masanya. Saat masih menjadi mahasiswa, adalah masanya untuk menerima ilmu dan pembelajaran. Namun ketika sudah lulus, tibalah masanya untuk memberi.
“Kalau aku yakin saja. Aku prioritaskan Al-Qur’an, dunia mah ngikut….”
“Jangan lupa untuk terus memuraja’ah hafalan Al-Qur’an yang telah dihafal. Ini yang paling penting dari urgensi kegiatan ini”
“Setiap peserta mendapat perhatian personal untuk memastikan mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga merenungkan dan menjalankan ajaran Al-Qur’an”
“Harapannya, kegiatan ini tetap diadakan untuk selanjutnya, karena penting bagi sekelas mahasiswi dan semoga tambah lebih baik”
Setengah hari terasa begitu singkat, namun meninggalkan kesan yang mendalam. Ada perasaan haru yang menyeruak, menyadarkan kami bahwa ini akan menjadi tahun terakhir kebersamaan.
“Manfaatkan kesempatan yang telah diberikan kepada teman-teman sekalian dengan sebaik-baiknya.”
“Kuncinya ada pada diri sendiri. Doktrin diri untuk sadar diri”
Mungkin terasa berat, bahkan melelahkan. Tapi, bukankah perjuangan itu yang membuat gelar dan pengalaman di kampus ini terasa lebih bermakna?
Seseorang yang sukses dalam aspek keuangan adalah mereka yang memiliki sekumpulan uang yang tidak akan ada habisnya sampai ajal menjemput, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments