Mengingatkan: Spirit Islam Peduli Lingkungan yang Digaungkan KH Abdullah Said
“Kalau kita sujud, setengah mati kita cari lokasi di mana dahi diletakkan. Sebab di sana sini bertebaran ta** cicak”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Kalau kita sujud, setengah mati kita cari lokasi di mana dahi diletakkan. Sebab di sana sini bertebaran ta** cicak”
Belajar seharusnya menjadi wasilah (jalan) untuk mencapai tujuan: bertambahnya ilmu, keberkahan, keimanan, dan kebaikan dalam diri. Sementara nilai dari guru hanyalah alat bantu, bukan akhir dari perjalanan belajar.
Mengajari anak-anak kebaikan sejak usia dini itu sangat penting. Mereka sedang berada di masa keemasan dan usia fondasi.
Ummulqurahidayatullah.id | “ADA tak antara korang yang kenal Walid?” Mendengar itu, puluhan santri yang duduk setengah lingkaran tampak tersenyum. Ada juga yang terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri. Seperti ingin memastikan temannya yang lain ikut tersenyum juga. Walid, nama salah seorang tokoh dalam film Bidaah asal negeri jiran Malaysia, yang tengah viral. Meski mengaku tak juga menonton film berseri itu, namun melihat senyum mereka, bukti kecil bahwa para santri yang bermukim di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Ahlus Shuffah Balikpapan itu pun tak luput dari kepopuleran Walid pemeran film tersebut. Tapi, “Ni bukan Walid yang viral tu,” ujar sang ustadz masih berlagak dengan aksen atau dialek negeri jiran itu. Ia segera mengingatkan bahwa tokoh yang dimaksud bukanlah si “Walid” asal tanah Melayu. “Ni lagi viral sangat, sebab dah terkenal pun sejak ribu-ribu tahun dulu,” jelas sang ustadz...
Forum ini juga ditekankan sebagai alat strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan nasional. Dengan demikian, Syawalan bukan hanya milik internal Hidayatullah, tetapi juga berkontribusi pada pemecahan masalah kebangsaan.
Oleh: Mujtahidah* Ummulqurahidayatullah.id- “MASYA ALLAH, udah besar-besar anaknya, ini yang dulu ganteng yah? Wah sudah menghitam sekarang, dulu putih imut!” “Loh yang ini hitam, yang ini putih, kok bisa?” “Kok gak ada yang mirip bapaknya?” Demikian sedikit contoh komentar orang-orang yang mengaku sebagai “manusia dewasa”, saat bersua dengan teman, sanak keluarga di hari Raya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya dia tahu bahwa yang ditanya tidak akan mampu menjawabnya. Andaikan pertanyaannya adalah, “Kok kue nastarnya glowing sekali?” tentu bisa saja dijawab “oww itu ditambahi sedikit madu.” Atau pertanyaan, “Kok kue sagu kejunya kecoklatan sekali?”, kita bisa menjawab, “Oh ya, agak telat diangkat, biasa emak rempong multi tasking.” Tapi kalau yang ditanyakan, “Kok ini pesek? Kok kakaknya putih adeknya hitam?” Kan gak logis kita jawab, “Oh itu karena lahirannya pas mati lampu.” Oleh sebab itu, tolonglah wahai...
Sebaliknya, jika respons kita lemah atau kurang serius, maka Ramadhan pun bisa berlalu tanpa bekas yang mendalam.
by Muhammad · Published February 13, 2025 · Last modified November 2, 2025
Sang ayah yang telah menjadi almarhum itu adalah Ustadz Andi Ahmad Ishaq. Warga Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.”
Sebagai salah satu bentuk dakwah yang penuh hikmah, halaqah di Masjid ini juga membuka pintunya lebar-lebar bagi generasi muda.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments