Murid PAUD: “Gak Mau, Bunda, Nanti Aurat Kita Kelihatan!”

Ummulqurahidayatullah.id | BANYAK hal menarik yang kami dengar ketika beberapa hari belakangan ini mewawancarai calon wali murid siswa KB Al-Aulad Hidayatullah dan RA Raadhiyatan Mardhiyyah Gunung Tembak, Balikpapan.
Di antaranya, cerita yang disampaikan bunda dari ananda Grizel, calon alumni KB Al-Aulad Hidayatullah yang akan melanjutkan sekolah ke RA Raadhiyatan Mardhiyyah.
Rumahnya sekitar 2 kilometer dari Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak.
Sang bunda bercerita bahwa sejak ananda sekolah di sini, anandanya tidak mau lagi menggunakan rok pendek. Jika menggunakan rok, harus mengenakan celana panjang dalaman.
Alasan yang diungkapkan murid cilik berusia tiga tahunan itu sangat mengharukan.
“Gak mau, Bunda, nanti aurat kita kelihatan!”
MasyaAllah, Tabarakallah! Rasanya begitu terharu mendengar cerita tersebut.
Mengajari anak-anak kebaikan sejak usia dini itu sangat penting. Mereka sedang berada di masa keemasan dan usia fondasi.
Fase yang sangat baik untuk dapat memberikan pola dasar pada pendidikan anak agar berkembang, sehingga ia dapat menjalankan dan memberikan yang terbaik dalam aktifitasnya ketika beranjak dewasa, terutama dalam hal menjalankan syariat.
Kita sama-sama tahu bahwa anak usia PAUD memang belum wajib menutup aurat.
Tapi kami sampaikan kepada mereka bahwa kita sedang berlatih menutup aurat dari kecil.
Supaya ketika dewasa nanti anak-anak tidak kesulitan.
Kami teringat sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya. Keduanya orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nashrani, atau Majusi..” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini harusnya selalu menjadi pengingat untuk kita, agar tidak abai pada pendidikan anak di usia dini.* (Itha/KBRA/Media Center @Ummulqurahidayatullah)
Recent Comments