Cita Pendidikan Kita Bukan Hanya Sekolah Unggul, Tapi… (Refleksi Rapat Pleno YPPH)

Oleh: Mujtahidah*
Ummulqurahidayatullah.id | KEKURANGAN murid yang kini dialami banyak sekolah tak boleh melemahkan semangat para pendidik.
Sebab apa yang kita bangun bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi proyek Nubuwah, pekerjaan para Nabi.
Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam membangun peradaban dari tanah tandus tak berpenghuni.
Dengan izin Allah, kawasan itu menjadi Makkah Al-Mukarramah.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memulai dari masyarakat yang penuh konflik dan gelapnya jahiliyah, hingga menjadi Madinah Al-Munawwarah, kota bercahaya yang menjadi poros peradaban Islam.
Kunci perubahan itu adalah wahyu. Maka pendidikan kita pun harus melahirkan komunitas “ahlul qura’ wattaqau”, masyarakat yang hidup bersama nilai-nilai Al-Qur’an dan takwa kepada Allah.
Cita kita bukan hanya sekolah unggul, tapi qaryah mubarakah, komunitas yang diberkahi karena iman dan takwa (QS. Al-A’raf: 96).
Seperti Nabi Yusuf, yang berhasil mewujudkan swasembada pangan di Mesir. Keberhasilan ini datang dari penerapan wahyu secara sistemik, bukan semata strategi.
Wahyu Bukan Pelengkap
Maka wahyu harus menjadi sistem utama, bukan pelengkap.
Inilah Sistematika Wahyu, fondasi dalam membangun iman (hablum minallah) dan kontribusi peradaban (hablum minannas).
وَلَا تَكِلْنِي إِلَىٰ نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
“Janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.”
Doa ini mengingatkan: tanpa tuntunan Allah, kita kehilangan arah. Jangan lepaskan wahyu. Di situlah kekuatan dan arah kita.* [Catatan ini disarikan dari penyampaian Ustadz Anwari Hambali, Pembina LPPH Gunung Tembak, pada Rapat Pleno Laporan dan Evaluasi Program Kerja Semester I Tahun 2025 Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah yang berlangsung dua hari (Jumat-Sabtu, 18-19/7/2025)]
- Penulis adalah pendidik di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan
Recent Comments