Pendiri Hidayatullah: Pahami Orang Lain, Jangan Minta Dipahami
Ia mengaku juga mendapati nasihat ini dari KH Abdullah Said dahulu ketika hendak berangkat tugas ke daerah.
Membangun Miniatur Peradaban Islam
Ia mengaku juga mendapati nasihat ini dari KH Abdullah Said dahulu ketika hendak berangkat tugas ke daerah.
“Jadi kita dikasih kertas dan pulpen, itu disuruh kemana saja”
“Dulu belum ada apa-apa, kami dulu, tidak pernah berbicara fasilitas dan hal-hal yang bersifat keduniaan”
Ratusan ustadz, santri, warga, dan jamaah Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak menggelar shalat gaib atas wafatnya Ustadz Nazir Hasan.
“Para santri awal Hidayatullah dibekali dengan satu keyakinan yang tinggi bahwa ‘jual beli’ dengan Allah pasti melahirkan pendampingan, penjagaan hingga pertolongan Allah”
“Biasanya ini muncul (perasaan) karena merasa muda lalu ceroboh. Sebagai contoh, kalau malam naik motor, pakailah jaket. Jangan merasa masih muda kalau yang seperti itu”
Apalagi kalau bicara shalat tahajud. KH Abdullah Said bisa dari jam 00.00 sampai menjelang Shubuh alias jam 04.00.
Ia pun diberi satu nasihat yang sebenarnya ia tidak terlalu puas saat itu. Karena sangat pendek, hanya satu kalimat. Sementara ia butuh sekali banyak nasihat panjang untuk bekal dakwah.
“Beliau (KH Abdullah Said) memang menekankan tentang pelaksanaan ibadah, beliau itu tidak main-main dengan santri kalau soal ibadah”
Di sini ada kejadian berkesan. Waktu dia mulai menggunakan Vespa itu, ternyata gasnya sekali ditarik tidak mau turun lagi. Motornya pun ter-jumping layaknya aksi akrobat.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments