Momen Haru Pemimpin Umum Hidayatullah Memeluk Jenazah Ustadz Hasyim HS
Terdengar anak-anak Ustadz Hasyim kembali menangis melihat momen Pemimpin Umum Hidayatullah untuk terakhir kalinya memeluk ayah mereka.
Membangun Miniatur Peradaban Islam
Terdengar anak-anak Ustadz Hasyim kembali menangis melihat momen Pemimpin Umum Hidayatullah untuk terakhir kalinya memeluk ayah mereka.
“Hanya ada dua, yaitu munajat dan berjuang (berjihad)”
“Agar tidak tergoda oleh bisikan-bisikan setan yang dapat membuat terlempar dari jalan perjuangan”
“Karena doa sukses pribadi, kata almarhum (KH Abdullah Said), cukup kamu dikasi tidak ada untuk orang lain. Kalau toh ada untuk orang lain, itu sedikit. Tapi kalau doa sukses lembaga sudah ada juga untuk pribadi”
“Diskusi, Pak. Diskusi. Petinggi-petinggi Hidayatullah ada di sini. Jangan pergi sebelum ada kesimpulan”
“Patut kita syukuri karena apa yang kita rasakan pada Idul Fitri ini karena tidak halnya dengan saudara kita di Palestina”
“(Kalau ada niat sungguh-sungguh) bangun jam 12 malam, shalat tahajjud, sampai Shubuh ini saya tidak merasakan mengantuk”
“Bukan hanya melihat saudara kita seperti ini, tapi juga karena indikator keimanan, karena kita umat Islam ini masih bersaudara dan mereka masih di bawah penindasan Zionis”
Ummulqurahidayatullah.id- Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad mendoakan kesuksesan bagi seluruh rakyat Indonesia pada Pemilu 2024. Ia menyampaikan itu usai menunaikan hak pilihnya di TPS 57, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Ustadz Abdurrahman, sapaannya, mencoblos pada Rabu pagi, 5 Sya’ban 1445 H (14/2/2024) sekitar pukul WITA.Ia datang dengan berpakaian putih dan sorban merah khasnya. Ustadz Abdurrahman turut membersamai warga Hidayatullah lainnya menunaikan hak pilih di TPS tersebut. Di TPS, ia menyapa warga dan petugas KPPS yang telah hadir di TPS sejak sebelum pukul 07.00 WITA. Ustadz Abdurrahman, sebagaimana pemilih manula lainnya, diberikan prioritas lebih dulu untuk mencoblos di bilik suara. Dari arah beberapa meter di depannya, Ustadz Abdurrahman tidak terlihat kesulitan menentukan pilihannya. Begitu pula saat memasukkan satu demi satu surat suara ke kotak-kotak suara masing-masing. Tak lupa...
“Saya mau baca al-Qur’an sekian, hafal al-Qur’an sekian, shalat sunnah sekian, atau bergerak memberi pelayanan umat sekian”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments