DMW NTT, Membentuk Kader Dakwah Tangguh Hadapi Tantangan Zaman
“Kita harus melek dan tanggap terhadap perubahan, namun tetap kokoh pada jati diri kelembagaan”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Kita harus melek dan tanggap terhadap perubahan, namun tetap kokoh pada jati diri kelembagaan”
Kami akan pergi membawa sejuta harapan dan cita-cita untuk menyebarkan dakwah Islam ini ke seluruh pelosok negeri.
Meskipun ada tantangan dan perasaan campur aduk, semangat para sarjana ini tak pernah padam. Mereka siap mengemban amanah dakwah, mencerdaskan anak bangsa, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pemimpin Umum Hidayatullah juga mengingatkan tentang godaan dan tantangan seorang murabbi.
“Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang mendalam, pesan dakwah akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat”
Menariknya, di antara para peserta terdapat 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 7 pegawai Baitul Maal Hidayatullah (BMH), serta utusan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur seperti Berau, Bontang, Paser, Samarinda, bahkan Kutai Barat.
“Karena katanya biasanya sudah SMP tapi belum tahu sama sekali tentang keagamaan”
Menurutnya, secara umum ada dua tipikal umat Islam di Filipina. “Pertama, pure Muslim (Muslim dari lahir), kemudian kedua, orang yang balik Islam (mualaf).”
“Selamat untuk STIS yang telah menyebarkan ilmu dan pengalamannya ke negeri Filipina”
“Berangkat khutbah Jumat naik “odong-odong” Manila”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments