Tagged: lebaran

Lika-liku Lebaran di Gutem: Begini Perasaan Santri Putri yang Tidak Pulkam 0

Lika-liku Lebaran di Gutem: Begini Perasaan Santri Putri yang Tidak Pulkam

Ummulqurahidayatullah.id | GEMA takbir bersahut-sahutan memenuhi langit Gunung Tembak, Balikpapan, pertanda hari kemenangan tiba. Hilal telah tampak, menandakan bahwa bulan Ramadhan 1446 H telah berakhir. Namun, di balik sukacita menyambut Idul Fitri, ada rindu yang kami tahan, ada air mata yang kami sembunyikan. Kami, anak-anak rantau yang memilih untuk tidak mudik alias pulkam (pulang kampung), mencoba menghidupkan suasana Ramadhan dan Idul Fitri di Masjid Nurul Mukhlisin, masjid khusus putri. Aku memperhatikan satu per satu wajah teman-temanku. Senyum tetap terbit di bibir mereka, tetapi aku tahu, di dalam hati, ada kerinduan yang menggebu. Rindu rumah, rindu keluarga, rindu kebersamaan di meja makan saat sahur dan berbuka. Di tengah obrolan ringan, salah seorang teman bertanya kepadaku. “Kamu nggak pulang, Si?” “Nggak,” jawabku singkat. “Yah, kamu nggak birrul walidain dong?” lanjutnya, seakan-akan menganggap kepulangan adalah satu-satunya bentuk...

Stop Kebiasaan Mempermalukan Tubuh Anak saat Bersilaturahim! 1

Stop Kebiasaan Mempermalukan Tubuh Anak saat Bersilaturahim!

Oleh: Mujtahidah* Ummulqurahidayatullah.id- “MASYA ALLAH, udah besar-besar anaknya, ini yang dulu ganteng yah? Wah sudah menghitam sekarang, dulu putih imut!” “Loh yang ini hitam, yang ini putih, kok bisa?” “Kok gak ada yang mirip bapaknya?” Demikian sedikit contoh komentar orang-orang yang mengaku sebagai “manusia dewasa”, saat bersua dengan teman, sanak keluarga di hari Raya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya dia tahu bahwa yang ditanya tidak akan mampu menjawabnya. Andaikan pertanyaannya adalah, “Kok kue nastarnya glowing sekali?” tentu bisa saja dijawab “oww itu ditambahi sedikit madu.” Atau pertanyaan, “Kok kue sagu kejunya kecoklatan sekali?”, kita bisa menjawab, “Oh ya, agak telat diangkat, biasa emak rempong multi tasking.” Tapi kalau yang ditanyakan, “Kok ini pesek? Kok kakaknya putih adeknya hitam?” Kan gak logis kita jawab, “Oh itu karena lahirannya pas mati lampu.” Oleh sebab itu, tolonglah wahai...