Pengurus YPPH Balikpapan Jalin Silaturahim Khusus dengan Para Tukang Gunung Tembak

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- Kalau ada dua puluh lima orang tukang sedang duduk berkumpul di satu tempat, kira-kira apa yang jadi tema obrolan mereka?
Pertanyaan sederhana ini muncul melihat kumpulan para tukang kayu dan tukang batu di Gunung Tembak, Kel. Teritip, mengadakan pertemuan di ruang pertemuan Pondok Pesantren Hidayatullah, Teritip, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, beberapa waktu lalu.
“Saya rasa ini bukan sekadar silaturahim biasa. Tapi ini seperti meng-charge energi dan spirit kembali. Menyegarkan ulang kembali, bahwa kita semua dahulu hijrah dengan niat ingin menjadi mujahid pejuang,” ucap Erwin Gatta, tukang senior yang juga dikenal andal dalam retorika dakwah tersebut.
Para tukang tersebut merupakan warga yang tinggal di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia.
Kepada seluruh tukang yang hadir, Ustadz Erwin demikian sapaannya, mengajak untuk sama-sama merenungi perjalanan hidup masing-masing.
“Berkembangnya waktu, bertambahnya kesibukan, terkadang dan itu manusiawi, semangat juang dan dakwah itu mulai redup,” ujarnya.
Masukan untuk YPPH
Selanjutnya, sejumlah “curhat”, berbagi rasa dan motivasi, mengalir dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ustadz Arfan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan dan didampingi oleh sekretarisnya, Ustadz Masykur.
“Alhamdulillah, setelah sekian lama, bapak-bapak pertukangan bisa silaturahim kembali. Sebagai masukan, yayasan bisa memetakan pekerjaan. Hari Ahad waktu kerja bakti, mereka (tukang) lalu dibagi untuk menangani proyek-proyek yang memang membutuhkan tangan-tangan terampil para tukang ini,” imbuh Pak Sahlan, memberi masukan.
“Saya sudah berazam. Hari Ahad adalah hari untuk lembaga (pesantren). Meski banyak pekerjaan pribadi, saya tinggalkan semua,” lanjutnya berbagi semangat.
“Terima kasih kepada Pak Ketua, pengurus dan stafnya, atas silaturahim dan ramah tamah dan ramah mamah ini. Semoga bisa terulang di kesempatan berikutnya,” ucap Pak Purwanto, tukang lainnya.
Sebelumnya ia juga memberi sejumlah ide dan gagasan untuk lingkungan dan pembangunan fisik di Hidayatullah Kampus Gunung Tembak tersebut.
“Kita yang ada di sini, terundang khusus para tukang. Kita ini sudah biasa menangani proyek. (Tapi) posisi sebagai warga dan kader Hidayatullah, sebetulnya ada proyek lebih besar. Itulah sebetulnya niat kita semua masuk pesantren. Yakni mengurus agama Allah. Mengambil bagian dari dakwah dan perjuangan,” ucap Pak Zulfikar, tukang lainnya, menambahkan.

Pesan untuk Para Tukang
Pantauan langsung media @Uqreat, pertemuan silaturahim yang juga dihadiri oleh Pak Misran, tukang senior tersebut, berjalan cair dan penuh kekeluargaan. Sesekali terdengar canda dan guyon dari sesama mereka.
Selanjutnya, Ustadz Arfan Ketua YPPH Balikpapan menitip pesan dan harapan kepada para warga pesantren yang berprofesi tukang tersebut agar senantiasa meningkatkan silaturahim.
“Ini kesempatan dan momen yang sangat baik untuk bangkit kembali secara bersama-sama. Kita saling membantu dan saling menyemangati.
Apalagi, pengurus memang butuh banyak masukan. Sebab kita adalah satu, tidak terpisah dalam cita-cita perjuangan, hanya berbeda amanah pekerjaan saja,” pungkas Ustadz Arfan, malam itu di ruang rapat utama Gedung WKP (21/4/2026).* (Abu Jaulah/@Uqreat)
Recent Comments