Reading Day KB-RA Tumbuhkan Generasi Cinta Ilmu, Kuatkan Ikatan Anak & Ibu

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat- “Karena membacakan buku sebelum tidur itu membangun bonding (ikatan, red) dengan anak, membangun kedekatan yang akan terus diingat anak.”
Kalimat sederhana dari ibu Ananda Alfian tersebut seolah merangkum makna dari kegiatan Reading Day (Hari Membaca) Bersama Ibu yang digelar KB Al-Aulad Hidayatullah & RA Raadhiyatan Mardhiyyah beberapa waktu lalu.
Bukan sekadar kegiatan membaca buku, agenda tahunan ini menghadirkan ruang bagi orang tua dan anak untuk saling terhubung, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan yang kelak mungkin akan terus diingat oleh anak-anak mereka.
Tumbuhkan Budaya Literasi
Reading Day telah menjadi program rutin KB-RA yang hampir setiap tahun dilaksanakan sebagai bagian dari ikhtiar menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak.
Di Gedung KB-RA, Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan itu, rangkaian kegiatan diawali dengan sesi membaca Bersama, Jumat (15/5/2026).
Seluruh wali murid membacakan buku pilihan kepada ananda masing-masing.
Di berbagai sudut lokasi, tampak para ibu mendampingi anak-anak mereka, membacakan cerita dengan intonasi yang penuh ekspresi, sementara anak-anak menyimak dengan antusias, sesekali menunjuk gambar dan menanggapi cerita yang didengar.
Anak-anak Bercerita
Kegiatan berlanjut pada sesi interaktif yang mengajak anak-anak menggali pelajaran baik dari buku yang dibacakan ibu mereka.
Dengan bahasa sederhana dan jawaban khas anak-anak, mereka menyampaikan berbagai nilai yang berhasil ditangkap dari cerita. Mulai dari sikap saling memaafkan, berani, mandiri, hingga pentingnya bersikap rendah hati seperti Rasulullah.
Anak-anak yang berani menjawab pun mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Sebelum acara dimulai, panitia juga membagikan lembar khusus kepada wali murid untuk menuliskan quote atau pesan inspiratif mengenai pentingnya membaca bersama anak.
Berbagai ungkapan yang ditulis para orang tua menunjukkan betapa sederhana namun berharganya momen membaca bersama. Pada akhir acara, panitia memilih quote terbaik dari peserta.
Lahirkan Generasi Cinta Ilmu
Dalam sambutannya, Kepala KB-RA Ustadzah Wahyuni, S.Pd, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat menjadi jalan lahirnya generasi yang dekat dengan ilmu.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi event yang melahirkan generasi yang cinta ilmu melalui membaca buku. Kita berharap mudah-mudahan Allah memberkahi kegiatan ini,” ungkapnya.
Pada sesi berbagi pengalaman, diskusi menarik juga muncul saat wali murid diminta menjawab mengapa membacakan buku sebelum tidur menjadi hal penting bagi anak.
Selain Ibu Ananda Alfian yang menyoroti pentingnya membangun bonding, ibu dari ananda Ayleen juga menyampaikan bahwa waktu menjelang tidur menjadi momen yang baik untuk membacakan buku kepada anak.
Menurutnya, berdasarkan teori perkembangan anak, saat menjelang tidur anak berada pada kondisi gelombang otak yang lebih rileks atau sering disebut fase alfa.
Pada kondisi tersebut, anak dinilai lebih tenang sehingga cerita, pesan, serta kedekatan yang dirasakan saat membaca bersama akan lebih mudah membekas dalam ingatan mereka.

Berkesan & Bermanfaat
Antusiasme para peserta terasa hingga akhir kegiatan. Salah satu testimoni disampaikan Ummi Yusuf yang mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Semoga kegiatan ini terus ada karena benar-benar penting untuk membangun bonding dengan anak. Walaupun waktunya singkat, tetapi sangat berkesan dan sangat bermanfaat,” tuturnya.
Dari lembar quote, sesi membaca, hingga testimoni yang dibagikan para orang tua, satu hal yang tampak jelas: membaca ternyata bukan hanya soal buku.
Ia juga tentang hadir, mendengar, menatap mata anak, dan menyediakan waktu. Sebab mungkin, yang paling diingat anak kelak bukan hanya cerita dalam buku yang dibacakan, tetapi siapa yang membacakan cerita itu untuknya.* (Itha/KBRA/@Uqreat)
Recent Comments