Usai Palestina, Dibuka Lelang Infaq Masjid Ar-Riyadh, Ust Abdul Latief Terharu
“Ini Pak Sudding, kerjanya ngelap-ngelap masjid, ngepel, membersihkan masjid tiap waktu,” ucapnya sambil menangis penuh haru.
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Ini Pak Sudding, kerjanya ngelap-ngelap masjid, ngepel, membersihkan masjid tiap waktu,” ucapnya sambil menangis penuh haru.
“Karena mereka masih santri MI (SD) ya, jadi kalau waktu shalat lail itu ada yang tertidur”
Pada pagi hari, santri-santri tersebut mengajar di Sekolah Dasar Negeri Pulau Kecil Sabakkatan
“Program ini telah memberikan saya pengetahuan dan keterampilan yang saya perlukan untuk berdakwah. Saya merasa siap untuk membagikan ilmu yang telah saya dapatkan”
“Terus kami siapa yang mengajari tentang Islam lagi? Siapa yang mengajari kami bahasa Arab lagi? Siapa yang mau menyimak bacaan (Al-Qur’an) kami.”
“Selamat untuk STIS yang telah menyebarkan ilmu dan pengalamannya ke negeri Filipina”
Tentu di waktu subuh kita sudah berinfaq, siang ini kita berinfaq lagi. Sesungguhnya saudara-saudara kita di Palestina sangat membutuhkan infaq kita”
“Berinfaqlah karena itu untuk kebaikan diri kalian. Berinfaqlah karena kalian akan dibahagiakan. Bahkan dipelihara jiwa rasa, dikawal agar tetap di jalan keistiqamahan”
Para mualaf kecil ini ditampung pihak pengelola dalam bangunan sederhana dan sangat ala kadarnya. Tidak sedikit orang tua mereka masih beragama Katolik atau Protestan.
“Bukan hanya melihat saudara kita seperti ini, tapi juga karena indikator keimanan, karena kita umat Islam ini masih bersaudara dan mereka masih di bawah penindasan Zionis”
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments