Ma’had Tahfiz Al-Fateh Malaysia Studi Banding ke Ponpes Hidayatullah Balikpapan
“Terima kasih kami ucapkan kepada ustadz, pengurus, dan pemimpin (Hidayatullah)”
Membangun Miniatur Peradaban Islam
“Terima kasih kami ucapkan kepada ustadz, pengurus, dan pemimpin (Hidayatullah)”
Jika ada seorang lelaki berpacaran, maka apa bedanya ia dengan anak kecil yang hanya suka “bersenang-senang” saja, tanpa ada komitmen, keterikatan, dan tanggung jawab?
“Alhamdulillah, madrasah MI RM Putra punya guru-guru hebat, punya lingkungan sekolah yang luas dan tertata rapi. Paling utama, ada Mushalla Al-Muhajirin, tempat melatih dan membiasakan anak-anak kita shalat berjamaah dan belajar mengaji al-Qur’an”
“Kita sebagai suami harus terus menguatkan para istri kita yang merupakan wonder woman (Mujahidah) Hidayatullah, dengan mentadabburi Quran surah as-Shaff”
Mengajari anak-anak kebaikan sejak usia dini itu sangat penting. Mereka sedang berada di masa keemasan dan usia fondasi.
“Sebagai aktivis dakwah, nilai sabar itu tidak menandakan bahwa kita itu bodoh, malahan nilai sabar akan melahirkan keimanan dan ketaatan pada Allah”
“Mereka kita tempatkan di tengah-tengah masyarakat, biar mereka mendengar keluh-kesahnya…”
Ummulqurahidayatullah.id | “ADA tak antara korang yang kenal Walid?” Mendengar itu, puluhan santri yang duduk setengah lingkaran tampak tersenyum. Ada juga yang terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri. Seperti ingin memastikan temannya yang lain ikut tersenyum juga. Walid, nama salah seorang tokoh dalam film Bidaah asal negeri jiran Malaysia, yang tengah viral. Meski mengaku tak juga menonton film berseri itu, namun melihat senyum mereka, bukti kecil bahwa para santri yang bermukim di Ma’had Tahfizh Al-Qur’an Ahlus Shuffah Balikpapan itu pun tak luput dari kepopuleran Walid pemeran film tersebut. Tapi, “Ni bukan Walid yang viral tu,” ujar sang ustadz masih berlagak dengan aksen atau dialek negeri jiran itu. Ia segera mengingatkan bahwa tokoh yang dimaksud bukanlah si “Walid” asal tanah Melayu. “Ni lagi viral sangat, sebab dah terkenal pun sejak ribu-ribu tahun dulu,” jelas sang ustadz...
“Bahwa di kampus itu bekerja 24 jam namanya kepemimpinan dan manajemen, sebagaimana Allah membolak balik siang dan malam”
Selama 27 tahun terakhir, pendekatan kultural berbasis nilai sederhana seperti “mendengar kemudian taat” menjadi fondasi yang efektif untuk memperluas pengaruh gerakan ini.
More
[LENSA GUTEM] Berbunga-bunga di Pernikahan 58 Kader Hidayatullah
September 7, 2021
Recent Comments