Inkubasi Manajemen Pesantren Hidayatullah Unggul, Peserta dari Kalteng Naik Sepeda Motor ke Jatim

Kegiatan Inkubasi Manajemen Pesantren Unggul di Malang, Jawa Timur (15-17/9/2026).* [Foto: Dok. Panitia/@Uqreat]

Ummulqurahidayatullah.id | @Uqreat– Mengusung tema “Transformasi Manajemen Pesantren Menuju Miniatur Peradaban Islam yang Unggul, Mandiri, dan Berpengaruh”, Departemen Kepesantrenan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar kegiatan Inkubasi Manajemen Pesantren Unggul.

Acara diikuti oleh 50 peserta dari 25 yayasan dan 12 provinsi se-Indonesia dan bertempat di gedung Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School (IIBS), Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dalam masa tiga hari (15-17/9/2026) itu, program inkubasi dirancang dengan berbagai kegiatan yang menarik.

Mulai dari program penguatan manajemen, pembelajaran praktik yang mencakup benchmarking, klinik problem solving, dan penyusunan arah tindak lanjut.

“Sebelumnya sudah ada pemetaan masalah dan diagnosis awal terhadap kondisi masing-masing peserta sehingga penguatan manajemen ini tak hanya sebatas ilmu teori saja,” ucap Ustadz Muhammad Idris, seperti dikutip dalam rilis panitia yang diterima oleh media Uqreat.

Menurut Idris, berangkat dari temuan tersebut, peserta lalu mendapatkan paket materi secara komplit. Mulai dari founder mindset, governance excellence, financial and business, school excellence, people and culture, boarding excellence, facility excellence, hingga branding, marketing, dan enrollment.

Banyak Wawasan Baru

“Alhamdulillah, banyak wawasan dan pengetahuan baru. Paling penting adalah semangat baru untuk melakukan perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik,” ucap Ustadz Syamsul Alam, peserta asal Pondok Pesantren Hidayatullah Bitung, Sulawesi Utara.

Spirit yang sama juga datang dari Ustadz Sujarwanto, peserta asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Dengan semangat peningkatan kualitas manajemen pendidikan pesantren, Sujarwanto rela datang meski dengan mengendarai kendaraan roda dua hingga tiba di Malang, Jawa Timur.

Selain karena semangat perubahan, juga disebabkan faktor gangguan penerbangan akibat asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Kalimantan, beberapa waktu lalu.

“Iya, akhirnya naik motor dari Palangkaraya ke Banjarmasin. Setelah itu menyeberang ke Surabaya dan lanjut perjalanan darat ke Malang,” terang ustadz yang dulu menimba ilmu di Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan. “Siap melakukan perubahan, insyaAllah,” lanjutnya (17/9/2026).

Kegiatan Inkubasi Manajemen Pesantren Unggul di Malang, Jawa Timur (15-17/9/2026).* [Foto: Dok. Panitia/@Uqreat]

Rekomendasi

Selanjutnya, beberapa rekomendasi lahir dari kegiatan Inkubasi Manajemen Pesantren Unggul tersebut.

Di antaranya, pelatihan Sekolah Pengasuh Asrama (SPA) secara daring dan luring selama 90 hari. Selain itu akan ada coaching per klister dan jadwal monev secara berkala.

Untuk SDI, diharapkan penempatan kader oleh organisasi berbasis kebutuhan/kompetensi dan kesinambungan program di seluruh pondok pesantren yang ada.* (Abu Jaulah/@uqreat)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *